Englishformuslim: 2018
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Sabtu, 20 Oktober 2018

Bahasa Inggris Bermanfaat?

Bahasa Inggris Bermanfaat?

Bahasa Inggris merupakan ilmu dunia yang bermanfaat di zaman ini karena merupakan salah satu bahasa internasional. Tentu jika gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat misalnya untuk berdakwah dan menyebarkan Islam secara internasional, juga bisa bermanfaat dalam mempelajari ilmu-ilmu bermanfaat yang mayoritas sumbernya berbahasa Inggris.

Hukum Mempelajari Bahasa Inggris dalam Islam

Ilmu dunia atau hal yang mubah merupakan wasilah/sarana, jika kita niatkan atau gunakan untuk kebaikan, maka hal mubah tersebut akan mendapatkan pahala. Sebagaimana kaidah fikhiyyah:
الوسائل لها أحكام المقاصد
“Hukum wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuan/niatnya.”
Bahasa Inggris termasuk hal yang bermanfaat. Hendaknya kaum muslimin yang ingin memanfaatkannya bersemangat mempelajari bahasa Inggris. Ini adalah perintah agama agar kita bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun akhirat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 ﺍِﺣْـﺮِﺹْ ﻋَـﻠَـﻰ ﻣَﺎ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُـﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَـﻌْﺠَـﺰ
“Bersungguh-sungguhlah (bersemangatlah) untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu  menjelaskan bahwa jika itu merupakan satu-satunya wasilah dakwah saat itu dan di tempat itu, maka wajib hukumnya mempelajari bahasa Inggris. Beliau ditanya:
وسئل فضيلة الشيخ : عن حكم تعلم اللغة الإنجليزية في الوقت الحاضر؟
“Apa hukum mempelajari bahasa Inggris sekarang ini?”.
فأجاب فضيلته: بقوله: تعلمها وسيلة، فإذا كنت محتاجاً إليها كوسيلة في الدعوة إلى الله فقد يكون تعلمها واجباً ، وإن لم تكن محتاجاً إليها فلا تشغل وقتك بها واشتغل بما هو أهم وأنفع، والناس يختلفون في حاجتهم إلى تعلم اللغة الإنجليزية
Beliau menjawab,  “Mempelajarinya adalah wasilah/sarana, jika engkau membutuhkannya sebagai wasilah berdakwah kepada Allah, maka hukumnya wajib, jika engkau tidak membutuhkannya maka janganlah engkau menyibukkan waktumu dengannya, sibukkanlah dirimu dengan yang lebih penting dan bermanfaat, dan manusia berbeda-beda kebutuhannya terhadap bahasa Inggris.” (Kitabul ilmi hal 93, Darul itqan Al Iskandariyah).
Bahkan syaikh Al-Utsaimin rahimahullah  berandai-andai bisa berbahasa Inggris untuk berdakwah. Beliau berkata:
ﻭﺃﻧﻲ ﺃﺗﻤﻨﻰ ﺃﻥ ﺃﻋﺮﻑ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻠﻐﺔ , ﻷﻧﻲ ﻭﺟﺪﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ
“Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris.  Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar untuk dakwah kepada Allah.” (Liqa’ Al Bab Al Maftuh kaset no. 61)
Demikian juga praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memerintahkan sahabatnya mempelajari bahasa lainnnya agar memudahkan untuk berdakwah. Beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untik mempelajari bahasa kitab kaum Yahudi.
Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata,
ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺖُ ﻟَﻪُ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﻳَﻬُﻮﺩَ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻧِّﻲ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺁﻣَﻦُ ﻳَﻬُﻮﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﻛِﺘَﺎﺑِﻲ ‏» ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺘُﻪُ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻤُﺮَّ ﺑِﻲ ﺇِﻟَّﺎ ﻧِﺼْﻒُ ﺷَﻬْﺮٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺣَﺬَﻗْﺘُﻪُ، ﻓَﻜُﻨْﺖُ ﺃَﻛْﺘُﺐُ ﻟَﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺘَﺐَ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻟَﻪُ، ﺇِﺫَﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahakan aku, lalu aku mempelajari kitab kaum yahudi untuk beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sungguh aku –demi Allah- tidak merasa aman dengan orang-orang yahudi atas tulisan-tulisanku”. Maka akupun mempelajari bahasa yahudi, dan tidak sampai setengah bulan maka aku telah menguasai bahasa tersebut. Maka akupun menulis untuk Nabi jika beliau menulis, dan aku membacakan untuk beliau jika ada tulisan dikirim kepada beliau” (HR Abu Dawud no 3645 dan dinyatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai Hasan Shahih)
Semoga dakwah Islam semakin berkembanga ke seluruh dunia.
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel: Muslim.or.id

Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/29817-mempelajari-bahasa-inggris-untuk-hal-bermanfaat.html

Minggu, 30 September 2018

Mempelajari Bahasa Inggris untuk Hal Bermanfaat

Bahasa Inggris Bermanfaat?

Bahasa Inggris merupakan ilmu dunia yang bermanfaat di zaman ini karena merupakan salah satu bahasa internasional. Tentu jika gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat misalnya untuk berdakwah dan menyebarkan Islam secara internasional, juga bisa bermanfaat dalam mempelajari ilmu-ilmu bermanfaat yang mayoritas sumbernya berbahasa Inggris.

Hukum Mempelajari Bahasa Inggris dalam Islam

Ilmu dunia atau hal yang mubah merupakan wasilah/sarana, jika kita niatkan atau gunakan untuk kebaikan, maka hal mubah tersebut akan mendapatkan pahala. Sebagaimana kaidah fikhiyyah:
الوسائل لها أحكام المقاصد
“Hukum wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuan/niatnya.”
Bahasa Inggris termasuk hal yang bermanfaat. Hendaknya kaum muslimin yang ingin memanfaatkannya bersemangat mempelajari bahasa Inggris. Ini adalah perintah agama agar kita bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun akhirat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 ﺍِﺣْـﺮِﺹْ ﻋَـﻠَـﻰ ﻣَﺎ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُـﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَـﻌْﺠَـﺰ
“Bersungguh-sungguhlah (bersemangatlah) untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu  menjelaskan bahwa jika itu merupakan satu-satunya wasilah dakwah saat itu dan di tempat itu, maka wajib hukumnya mempelajari bahasa Inggris. Beliau ditanya:
وسئل فضيلة الشيخ : عن حكم تعلم اللغة الإنجليزية في الوقت الحاضر؟
“Apa hukum mempelajari bahasa Inggris sekarang ini?”.
فأجاب فضيلته: بقوله: تعلمها وسيلة، فإذا كنت محتاجاً إليها كوسيلة في الدعوة إلى الله فقد يكون تعلمها واجباً ، وإن لم تكن محتاجاً إليها فلا تشغل وقتك بها واشتغل بما هو أهم وأنفع، والناس يختلفون في حاجتهم إلى تعلم اللغة الإنجليزية
Beliau menjawab,  “Mempelajarinya adalah wasilah/sarana, jika engkau membutuhkannya sebagai wasilah berdakwah kepada Allah, maka hukumnya wajib, jika engkau tidak membutuhkannya maka janganlah engkau menyibukkan waktumu dengannya, sibukkanlah dirimu dengan yang lebih penting dan bermanfaat, dan manusia berbeda-beda kebutuhannya terhadap bahasa Inggris.” (Kitabul ilmi hal 93, Darul itqan Al Iskandariyah).
Bahkan syaikh Al-Utsaimin rahimahullah  berandai-andai bisa berbahasa Inggris untuk berdakwah. Beliau berkata:
ﻭﺃﻧﻲ ﺃﺗﻤﻨﻰ ﺃﻥ ﺃﻋﺮﻑ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻠﻐﺔ , ﻷﻧﻲ ﻭﺟﺪﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ
“Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris.  Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar untuk dakwah kepada Allah.” (Liqa’ Al Bab Al Maftuh kaset no. 61)
Demikian juga praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memerintahkan sahabatnya mempelajari bahasa lainnnya agar memudahkan untuk berdakwah. Beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untik mempelajari bahasa kitab kaum Yahudi.
Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata,
ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺖُ ﻟَﻪُ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﻳَﻬُﻮﺩَ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻧِّﻲ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺁﻣَﻦُ ﻳَﻬُﻮﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﻛِﺘَﺎﺑِﻲ ‏» ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺘُﻪُ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻤُﺮَّ ﺑِﻲ ﺇِﻟَّﺎ ﻧِﺼْﻒُ ﺷَﻬْﺮٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺣَﺬَﻗْﺘُﻪُ، ﻓَﻜُﻨْﺖُ ﺃَﻛْﺘُﺐُ ﻟَﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺘَﺐَ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻟَﻪُ، ﺇِﺫَﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahakan aku, lalu aku mempelajari kitab kaum yahudi untuk beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sungguh aku –demi Allah- tidak merasa aman dengan orang-orang yahudi atas tulisan-tulisanku”. Maka akupun mempelajari bahasa yahudi, dan tidak sampai setengah bulan maka aku telah menguasai bahasa tersebut. Maka akupun menulis untuk Nabi jika beliau menulis, dan aku membacakan untuk beliau jika ada tulisan dikirim kepada beliau” (HR Abu Dawud no 3645 dan dinyatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai Hasan Shahih)
Semoga dakwah Islam semakin berkembanga ke seluruh dunia.
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel: Muslim.or.id


Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/29817-mempelajari-bahasa-inggris-untuk-hal-bermanfaat.html

Keutamaan Mempelajari Bahasa Asing Bagi Seorang Muslim

Assalamualaikum wr,wb
Para pembaca yang budiman, beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah buku yang berjudul “Ketika Nabi di Kota” karangan Dr.Nizar Abazhah.Di dalam buku yang tebalnya 600 halaman itu terdapat banyak sekali informasi penting yang dapat menambah keimanan kita. Saya tergugah dengan sebuah hadits yang menjelaskan keutamaan mempelajari sebuah bahasa. Hadits tersebut berbunyi,
Barangsiapa mempelajari bahasa suatu bangsa, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka
Hal yang paling penting adalah belajar diniatkan karena Allah Azza wa Jalla.Mengapa? Karena pada hakikatnya semua ilmu berasal dari Allah. Dalam hadits lain dijelaskan keutamaan orang yang menuntut ilmu,”Sesungguhnya malaikat merentangkan sayap bagi pencari ilmu, suka dengan apa yang ia kerjakan”.Simplikasi nya apapun bahasa yang kita pelajari asalkan didasarkan niat mencari ilmu karena Allah bukan mengikuti trend semata maka halal lah ilmu tersebut.
Saya terkadang heran dengan sekelompok orang yang mengatakan “Jangan mempelajari bahasa ini, itu, dll karena bahasa tersebut milik orang-orang kafir”Argumen tersebut sungguhlah tidak berdasar karena seperti yang saya sebut diatas semua ilmu berasal dari Allah Azza wa Jalla.Dengan kata lain mereka mengkultuskan ilmu Allah.Sebagian  cara yang  harus kita lakukan agar terhindar dari tipu daya orang kafir  adalah dengan menguasai  bahasa mereka
Pada zaman rasullulah banyak sahabat yang mempelajari bahasa asing. Abazhah(2009:286) menceritakan salah seorang sahabat nabi Zaid Ibn Tsabit yang diketahui cerdas,tajam akal,peka dan kuat daya hafal.Ketika itu banyak surat yang datang kepada Rasullulah akan tetapi beliau tidak ingin semua orang dapat membaca surat yang berbahasa Ibrani tersebut.Maka diperintahkannyalah Zaid untuk mempelajari bahasa tersebut.Dengan izin dan karunia Allah dibukakan-Nya lah hati dan pikiran Zaid sehingga ia berhasil menguasai bahasa tersebut dalam 17 malam! Sungguh itu semua diniatkan karena Allah Semata
ilmuwan dan pemikir islam mungkin akan kesulitan jika tidak ada yang ‘memahami bahasa asing karena seperti yang kita ketahui banyak buku-buku dan literatur yang dialihbahasakan dari bahasa latin, syria, persia dan yunani untuk membantu perkembangan ilmu pengetahuan.
Pada abad ke-7 hingga 8 M perkembangan kedokteran dimulai dengan gerakan penerjemahan bahasa asing kedalam Bahasa Arab.Pada masa ini , sarjana dari Suriah dan Persia secara gemilang dan jujur menerjemahkan literatur dari Yunani dan Syria ke dalam Bahasa Arab sehingga dimulailah perkembangan kedokteran yang masif dalam sejarah islam yang memunculkan tokoh-tokoh terkenal seperti Ibn Sina (Avicenna), Al-Razi (Razes) dan tokoh-tokoh lainnya. Ruslan (2010:2)
Akan tetapi sebagai seorang muslim sangat penting bagi kita untuk mempelajari Bahasa Arab.Tidak lain agar kita lebih memahami agama yang kita yakini ini.Umar bin Khattab r.a pernah berkata “Hendaklah kamu sekalian tamak(keranjingan) mempelajari Bahasa Arab karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agamamu”
Kesimpulannya, janganlah takut untuk mempelajari bahasa apapun karena hakikatnya semua ilmu berasal dari Allah dan niatkan karena Allah toh kita tidak tahu suatu saat kita akan mendapat faedah dari mempelajari bahasa tersebut.
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warrahamtullahi wabarakatuh
Referensi
Abazhah, Nizar. 2009. Ketika Nabi di Kota. Jakarta:Penerbit Zaman
Ruslan, Heri. 2010. Khazanah. Jakarta: PT Gramedia

sumber https://www.kompasiana.com/luthfyfds/576e04be559773a8045600a4/keutamaan-mempelajari-bahasa-asing-bagi-seorang-muslim