Englishformuslim: Mengapa Muslim banyak masih yang belum bisa bahasa Inggris
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Senin, 03 Juli 2017

Mengapa Muslim banyak masih yang belum bisa bahasa Inggris

Kalau kita lihat didalam sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga pengembangan bahasa Asing yaitu EF, bisa dilihat bahwa tingkat kemampuan bahasa Inggris dinegara-negara Muslim cenderung rendah. Bukankah survei membuktikan bahwa gaji orang yang bisa bahasa Inggris lebih tinggi dari orang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Dan paling terpenting yang umat Islam harus tahu bahwa banyak orang Asing ingin belajar Islam. Rata-rata mereka lebih mengerti bahasa Inggris daripada bahasa Arab atau Indonesia. Kenapa masih banyak orang Islam tidak bisa bahasa Inggris Pertanyaan ini jawabannya akan variatif sekali, berikut beberapa jawaban yang saya kumpulkan dari berbagai sumber baik dari hasil membaca literatur  ataupun bertanya secara langsung memalui diskusi online maupun offline:
  1. Susah
Ternyata diera keterbukaan saat ini, dimana media eletronik, internet, media sosial yang begitu canggih masih saja ada umat islam menganggap bahasa Inggris susah. Padahal media belajar dan tutorial bahasa di internet seperti youtobe banyak sekali yang gratisan. Bahkan Anda bisa mendapatkan kelas  online gratis.  Internet itu bagaikan pisau, tergantung orang yang menggunakannya. Oleh karena itu sebagai umat Islam kita harus cerdas dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi yang ada.
  1. Bahasa Orang Kafir
seimbang. bukankah banyak saudara-saudara kita muslim berbahasa Inggris. Bukankah banyak orang Barat ingin belajar tentang Islam, bagaimana kalau mereka ingin belajar Islam dengan Anda. Dan bagaimana kalau dia ingin mengajak anda berdiskusi. Apakah anda akan menyuruh mereka belajar bahasa yang anda ketahui. Wah, ini memang cukup sensitif sekali. Tapi ini adalah fakta. Ternyata masih ada saudara kita yang menganggap ini adalah bahasa orang kafir. Didalam tulisan ini saya ingin mengajak sahabat muslim lebih
  1. Tidak nasionalis
S
Wah, yang ini luar biasa. Saya sangat sepakat kita harus nasionalis (cinta tanah air) tapi jangan Nasionalis sempit ya . Didalam Islam tidak ada batasan wilayah, ras, semua sama dimata Allah. Banyak mengira orang Indonesia yang sekolah di luar negeri yang di Amerika dianggap liberal. Tapi menurut saya kita tidak boleh men-genalisir semuanya. Saya ambil contoh Bapak Anis Baswedan seorang Tokoh Muda Muslim Indonesia yang lulusan Amerika malah beliau semakin Nasionalis dan memiliki pemikiran cemerlang dan berdampak bagi bagi Bangsa dan Negara Indonesia. Beliau mampu mengubah stigma kampus paramidina yang terkesan liberal dulunya kini tampak menjadi kampus yang mulai dikenal dan diterima banyak kalangan. Dan bahkan dia mampu membuat gerakan nyata bagi perubahan besar Indonesia dengan program Indonesia mengajar-nya.
  1. Tidak tahu caranya/bingung
Banyak yang bilang kepada saya saya kepengen bisa bahasa Inggris tapi saya ngak tahu caranya.  Jika
anda tidak tahu maka yang harus anda lakukan adalah mencari tahu. Salah satunya dengan bertanya. Bertanya pada siapa? Bertanyalah pada teman anda, jika tidak ada teman searching aja digoogle. Banyak sekali informasi pengalaman dan trik-trik cepaat bahasa Inggris. Termasuk didalam buku ini saya akan membagi pengalaman saya dalam belajar dan mengajartkan bahasa Inggris kepada teman dan murid-murid saya.
  1. Tidak suka Inggris
Jawaban ini memang bisa diterima karena kesukaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka bahasa jepang, ada yang suka Perancis, dan bahkan ada yang suka bahasa korea. Yang namanya orang kalau dia suka tidak akan tetapi semangat belajar walaupun bahasa itu sulit sekalpun. Tapi satu hal,  kalau boleh  saya saran jangan batasi diri anda untuk lebih baik. Banyak kok orang yang bisa lebih dari 5 bahkan 9 bahasa juga ada. Jadi kemampuan otak manusia luar biasa. Ingat saja mendiang almarhum Gusdur
  1. Malu/tidak percaya diri
Kebanyakan orang timur termasuk Indonesia adalah orang yang pemalu. Dibandingkan orang barat yang sangat confidence. Munkin ini efek kita dijajah selama 350 tahun. Masyarakat Indonesia adalah kelas bawah, dan menganggap barat adalah orang kelas 1. Sebagai seorang muslim kita tidak boleh merasa rendah diri. Bukankah didalam Al quran diakatakan Muslim adalah umat terbaik diciptakan oleh Allah. Bukankah Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang hanya dilihat dari ketaqwaannya  kepada Allah SWT.

  1. Takut salah
Takut salah adalah alasan klasik yang terlalu dibesar-besarkan kita sendiri. Padahal salah itu wajar karena kita masih belajar dan wajar juga bukan bahasa Asli kita. Jikalau kita menunggu sempurna dan menunggu sampai aksen dan cara bicara kita seperti orang Asing maka bisa dipastikan kita tidak akan bisa. Alamiah saja aksen itu tidak bisa dibentuk semalam jadi, dibutuhkan habitual Action dalam mempraktekkan bahasa Inggris.
  1. Takut dibilang Sombong
Sombong, adalah kata yang siapapun tidak mau disematkan pada dirinya. Rata-rata budaya orang timur adalah karakter yang sangat rendah hati, jadi ketika dibilang sombong maka adalah kata negatif. Begitu juga ketika orang yang tidak bisa berbahasa Inggris karena.



  1. Terlalu fokus di grammar. tapi memang itu faktanya kila lihat anak kecil yang berbahasa inggris apakah mereka pertama kali diajarkan  ini subject, ini to be, ini kata V1, V2, V3, ini present contionus tenses, ini present perfect dan sebagainya. Bukti yang kedua. Coba kita Lihat kakek atau orangtua kita apakah mereka tahu Grammar dan bisa menjelaskan detail grammar didalam bahasa Indonesia, saya berani mengatakan pasti sebagian besar orangtua kita, tidak akan bisa menjelaskan grammar. Tapi nyatanya orangtua kita bisa bahkan lancar tuh bahasa indonesia. Disinilah saya  mengambil deduksi umum bahwa kunci bahasa bukan grammar, kalau mau bisa ngomong ya harus ngomong donk.
Kesalahan dalam terbesar kita dalam belajar adalah terlalu besar porsi belajar kepada Grammar.  Padahal tidak ada hubungannya Grammar dengan anda bisa atau ngaknya anda bicara. Anda mungkin terkejut.

1

Tidak ada komentar :

Posting Komentar