Englishformuslim: Bahasa Inggris Buka Puasa dan kata lainnya lucu banget heheh
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Minggu, 18 Juni 2017

Bahasa Inggris Buka Puasa dan kata lainnya lucu banget heheh

(Humor) Bahasa Inggris yang Aduhai

Pagi ini saya membaca sebuah iklan berbuka puasa salah satu hotel berbintang di Jakarta yang tertulis dalam bahasa Inggris sebagai berikut: Breakfasting Tajil Buffet. Reward yourself for a long day of abstinence by breaking your fast in the elegant and lush surroundings of our Pendopo lounge. Menemukan istilah ‘breakfasting’ dalam konteks berbuka puasa, mau tak mau membuat saya ‘nyengir kuda’. ‘Puasa’ dalam bahasa Inggris memang disebut ‘fast’, dan ‘berbuka puasa’ dikatakan dengan ‘break fast’. Tetapi kalau istilah ini ingin kita jadikan kata benda (gerund) atau kata sifat dengan diberi akhiran ‘ing’, tentu bukan dengan menuliskannya menjadi ‘breakfasting’. Sesuai dengan kaidah bahasa Inggris, maka yang benar adalah ‘fast-breaking’. Penulisan ’breakfasting’ pada iklan tersebut membuat kita terpikir dengan kata ’breakfast’ yang maknanya ’sarapan pagi’, sehingga ’breakfasting’ jelas bermakna ’kegiatan makan pagi’. Dalam konteks berbuka puasa, jelas penulisan ini terasa menggelikan karena menjadi rancu. Terlebih-lebih lagi pada iklan hotel berbintang lain yang menuliskan dengan ’Breakfasting Buffet Dinner’ (lihat pada gambar). Native speakers pasti akan dibuat bingung tujuh keliling, bertanya-tanya hidangan ini sebetulnya makan malam atau makan pagi. Yang cukup mengherankan bagi saya, penulisan yang keliru istilah ’buka puasa’ dalam bahasa Inggris ini, cukup banyak diadopsi oleh hotel-hotel berbintang di Indonesia. Hal lain bertalian dengan ragam bahasa Inggris yang juga membuat mata saya berputar (roll my eyes) adalah cara orang Indonesia menuliskan nama John. Entah apa pasalnya, nama ’John’ ini bila tiba di Indonesia, bisa berubah pengejaannya menjadi Jhon. Penulisan ’Jhon’ ini bahkan didaulatkan pada nama ’orang Barat’ yang kebetulan sedang berdinas di Indonesia. Jadi di koran Indonesia, jangan heran nama John Thomas bisa berubah menjadi Jhon Thomas. Mungkin si empunya nama cuma bisa mengurut dada membaca namanya diganti dengan sewenang-wenang oleh orang Indonesia. Keganjilan yang menggelikan dalam perkara bahasa Inggris ini saya jumpai pada kalimat yang sangat populer di wacana anak muda Indonesia yaitu ’I miss you’. Entah di mana missing link-nya, sebagian besar dari kita beranggapan bahwa kata ’miss’ ini identik dengan ’rindu’. Padahal kata ’miss’ ini secara harfiah bermakna ’kehilangan’, sehingga kalimat I miss you menyiratkan makna ’Saya merasa kehilangan kamu’. Sebagai dosen saya baru tersadar akan ’kerancuan berpikir’ mahasiswa yang saya beri pertanyaan tentang makna dari ’I miss the train’. Dengan polos dia berkata, karena ’miss’ berarti ’rindu’, maka ’I miss the train’ berarti ’Saya rindu kereta api’. Saya harus menahan ketawa mendengar jawaban ini. Alih-alih menerjemahkannya sebagai ’Saya ketinggalan kereta api’ dia malah mengatakan ’Saya rindu kereta api’. Mungkin kita masih harus banyak belajar dari pola pikir bahasa Inggris. Ada adagium yang berbunyi East is east, west is west. Jadi, menginterpretasi bahasa Inggris tak bisa dengan memakai kacamata bahasa Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Inilah kerunyaman yang terjadi waktu kita menginggriskan ‘buka puasa’ dengan ‘breakfasting’. Saya terpaksa berkata ‘aduhai’, bukan karena terpukau, melainkan karena terpaku.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/gustaafkusno/humor-bahasa-inggris-yang-aduhai_5520070881331198019dfca0
sumber: http://www.kompasiana.com/gustaafkusno/humor-bahasa-inggris-yang-aduhai_5520070881331198019dfca0

Tidak ada komentar :

Posting Komentar