Englishformuslim: 2017
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Senin, 17 Juli 2017

Mengapa (seorang) Muslim Penting Bisa Berbahasa Inggris?

Mengapa (seorang) Muslim Penting Bisa Berbahasa Inggris?


Sumber Gambar : blogspoot.com
Membahas mengenai bahasa sudah tidak asing lagi bahwa saat ini bahasa Inggris menjadi bahasa yang banyak diminati, terbukti  banyak sekali para orang tua yang mengharuskan anaknya kursus atau les bahasa Inggris. Mengenai hal ini pastinya setiap orangtua memiliki alasan tersendiri. Bukan hanya bagi  orang tua saat ini, negara kita Indonesia menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang diujikan dalam menentukan kelulusan dan tak heran pula jika saat ini banyak sekali yang menyediakan tempat untuk belajar bahasa Inggris, banyak sekali spanduk dan brosur yang terpampang di jalan-jalan yang menawarkan jasa untuk belajar bahasa Inggris.
Melihat uraian diatas pastinya akan menimbulkan pertanyaan di benak kita mengapa seorang muslim juga perlu pandai berbahasa Inggris, mengapa bahasa Inggris begitu penting dalam kehidupan kita saat ini padahal di hari akhir tidak ditanya menggunakan bahasa Inggris. Dan beberapa uraian di bawah ini mudah-mudahan bisa menjadi penerang akan pentingnya dapat berbahasa Inggris bagi seorang muslim.

  • TUNTUTAN DUNIA INTERNASIONAL
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Ada sekitar 75 negara di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Maka dari itu Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang dapat menghubungkan antar seseorang dari berbagai Negara. Dengan belajar bahasa Inggris kita akan tahu segala perkembangan di dunia ini dan juga bisa bertukar informasi dengan penduduk dunia.
via dawn.com
via dawn.com
Banyak sekali isu yang berkembang di beberapa Negara Islam yang saat ini ingin dikuasai oleh Negara besar yang mayoritas penduduknya beragama non muslim. Banyak sekali isu yang mmengatasnamakan Islam sebagai dalang teroris dan kekerasan. Sebagai muslim tentunya kita tidak ingin diperdaya oleh pemikiran yang tak beralasan tersebut dan untuk bisa mengetahui strategi jahat serta pengklarifikasian kepada dunia mengenai apa dan bagaimana Islam, tentunya dapat berbahasa Inggris bisa menjadi sebagian dari syarat dapat penyampaian syiar agama Islam ke penjuru dunia agara Islam tidak selalu disudutkan sebagai agama terorisme, tapi Islam sebagai agama juga bisa berpengaruh baik dimata dunia.

  • LOWONGAN PEKERJAAN
Dahulu wanita muslimah yang menggunakan hijab sulit sekali mendapatkan tempat untuk bekerja karena persyaratannya tidak boleh mengenakan hijab, namun saat ini hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan lagi justru saat ini yang perlu dikhawatirkan adalah seorang muslim yang ingin bekerja tapi tidak bisa (terampil) berbahasa Inggris.
via muslimhands.org.uk
via muslimhands.org.uk
Mengapa demikian?, jawabannya adalah sudah hampir merata, di seluruh perusahaan mencantumkan persyaratan kepada calon pekerjanya selain harus minimal telah berpendidkan D3/S1 harus pula dapat berbahasa Inggris dengan baik secara aktif maupun pasif.

  • KEMAJUAN TEKNOLOGI
Seorang muslim juga harus dapat mengikuti  kemajuan teknologi secara baik untuk dapat bersaing dengan yang lain, karena saat ini kemajuan teknologi sudah merata di seluruh penjuru dunia.
via npr.org
via npr.org
Bahasa Inggris merupakan bahasa teknologi semua teknologi seperti gadget, teknologi pertanian, kedokteran, maupun teknologi lainnya, dan untuk memudahkan urusan harian, bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam memberikan petunjuk bagi penggunanya. Jika Anda mahir bahasa Inggris, Anda akan lebih cepat untuk memahami teknologi-teknologi canggih tersebut.
  • PENGETAHUAN
Via : gstatic.com
Bahasa Inggris adalah bahasa ilmu pengetahuan, banyak journal-journal tentang ilmu pengetahuan terbaru yang berbahasa Inggris. Seorang muslim agar bisa bersaing dan unggul dalam pelbagai ilmu pengetahuannya, maka harus menguasai bahasa Inggris guna memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang dimiliki.

  • BISNIS
via picdn.net
via picdn.net
Dapat berbahasa Inggris merupakan peluang seorang muslim untuk dapat mengembangkan bisnisnya. Karena dengan dapat berbahasa Inggris maka peluang bisnisnya-pun akan semakin luas, bahkan dapat bekerjasama dengan negara-negara lain karena seperti kita ketahui saat ini sudah banyak pengusaha fashion syar’i yang go internasional bahkan dapat masuk ke negara yang mayoritas penduduknya non muslim, dan tidak menutup kemungkinan untuk anda semua yang memiliki bisnis memiliki peluang yang sama.

  • TRAVELING
Jika kalian seorang muslim yang memiliki hobi traveling ke seluruh penjuru dunia, maka dapat berbahasa Inggris bisa menjadi modal yang baik. Hidup di negara orang sementara waktu yang bahasanya berbeda membuat anda merasa lebih aman jika anda bisa berbahasa Inggris. Anda bisa bercakap-cakap dengan mereka dan tidak akan tertipu bahkan bisa menekan biaya perjalanan serta biaya untuk  membeli oleh-oleh.
via okezone.com
via okezone.com
Itulah beberapa uraian menarik terkait “mengapa (seorang) muslim penting bisa berbahasa Inggris?”, karena bagaiamanapun seorang muslim tidak boleh menutup mata akan berkembangnya zaman. Sudah saatnya seorang muslim bangkit dan menjadi manusia yang memiliki pengaruh positif, mungkin salah satu dasar yang bisa dijadikan modal adalah bisa berbasa Inggris yaitu bahasa universal yang sudah digunakan hampir di seluruh dunia. Semoga manfaat yaaa !!!!
sumber: https://www.formasirua.or.id/fitriaulfa/mengapa-seorang-muslim-penting-bisa-berbahasa-inggris/

Senin, 03 Juli 2017

Pidato Bahasa Inggris Tentang Islam Agama yang Benar


Pidato Bahasa Inggris Tentang 

Islam Agama yang Benar



Berikut ini pusmeong menghadirkan pidato bahasa Inggris tentang Islam agama yang benar. Pidato bahasa inggris ini merupakan pidato bahasa inggris singkat. Pidato bahasa inggris ini menjelaskan tentang definisi Islam secara singkat dan padat. Langsung saja kita simak pidatonya di bawah ini:
Islam The True Religion
The true religion belongs to Allah is Islam (Chapter: Ali Imron, Verse: 19)
Islam is the true religion in sight of Allah, there is no religion teaches and guides the right path, the way of life, and spiritual activity like Islam does. Islam is the religion for all human kind. Islam orders us to do goods in our life. We must cooperate and do benefit for society or community.
Islam is the religion that brought by Muhammad peace be upon Him, the Arabian. Islam has the great source of knowledge namely the Holy Quran. It includes many spiritual commands, society codes, the true teaching of life and values of human being’s life.
Islam is the perfect religion and the true religion in sight of Allah. Islam also pays attention the wordly matters and the hereafter matters. Therefore the Muslims can find the peace and happiness in this life and the hereafter.
Terjemahan:
Islam Agama yang Benar
Agama yang benar disisi Allah adalah Islam (Surah: Ali Imron, Ayat: 19)
Islam adalah agama yang benar disisi Allah. Tidak ada agama yang mengajarkan dan membimbing ke jalan yang benar, cara hidup dan kegiatan spiritual seperti Islam. Islam adalah agama untuk semua manusia. Islam memerintahkan kita berbuat kebajikan dalam hidup. Kita harus bekerjasama dan berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat atau komunitas.
Islam adalah agama yang dibawa Muhammad SAW, dari Arab. Islam memiliki sumber pengetahuan yakni Al Quran yang terdiri dari berbagai perintah keruhanian, sendi-sendi masyarakat, ajaran kehidupan yang benar dan nilai-nilai kehidupan.
Islam adalah agama yang sempurna dan agama yang benar dalam pandangan Allah. Memperhatikan masalah duniawi dan ukhrowi. Oleh karenanya Muslim dapat menggapai kedamaian dan kebahagiaan hidup dan akhirat.

Demikianlah pidato bahasa inggris singkat yang bisa pusmeong.com hadirkan. Semoga sukses ya.
sumber http://www.pusmeong.com/2016/02/12/pidato-bahasa-inggris-tentang-islam-agama-yang-benar/

Mengapa Muslim banyak masih yang belum bisa bahasa Inggris

Kalau kita lihat didalam sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga pengembangan bahasa Asing yaitu EF, bisa dilihat bahwa tingkat kemampuan bahasa Inggris dinegara-negara Muslim cenderung rendah. Bukankah survei membuktikan bahwa gaji orang yang bisa bahasa Inggris lebih tinggi dari orang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Dan paling terpenting yang umat Islam harus tahu bahwa banyak orang Asing ingin belajar Islam. Rata-rata mereka lebih mengerti bahasa Inggris daripada bahasa Arab atau Indonesia. Kenapa masih banyak orang Islam tidak bisa bahasa Inggris Pertanyaan ini jawabannya akan variatif sekali, berikut beberapa jawaban yang saya kumpulkan dari berbagai sumber baik dari hasil membaca literatur  ataupun bertanya secara langsung memalui diskusi online maupun offline:
  1. Susah
Ternyata diera keterbukaan saat ini, dimana media eletronik, internet, media sosial yang begitu canggih masih saja ada umat islam menganggap bahasa Inggris susah. Padahal media belajar dan tutorial bahasa di internet seperti youtobe banyak sekali yang gratisan. Bahkan Anda bisa mendapatkan kelas  online gratis.  Internet itu bagaikan pisau, tergantung orang yang menggunakannya. Oleh karena itu sebagai umat Islam kita harus cerdas dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi yang ada.
  1. Bahasa Orang Kafir
seimbang. bukankah banyak saudara-saudara kita muslim berbahasa Inggris. Bukankah banyak orang Barat ingin belajar tentang Islam, bagaimana kalau mereka ingin belajar Islam dengan Anda. Dan bagaimana kalau dia ingin mengajak anda berdiskusi. Apakah anda akan menyuruh mereka belajar bahasa yang anda ketahui. Wah, ini memang cukup sensitif sekali. Tapi ini adalah fakta. Ternyata masih ada saudara kita yang menganggap ini adalah bahasa orang kafir. Didalam tulisan ini saya ingin mengajak sahabat muslim lebih
  1. Tidak nasionalis
S
Wah, yang ini luar biasa. Saya sangat sepakat kita harus nasionalis (cinta tanah air) tapi jangan Nasionalis sempit ya . Didalam Islam tidak ada batasan wilayah, ras, semua sama dimata Allah. Banyak mengira orang Indonesia yang sekolah di luar negeri yang di Amerika dianggap liberal. Tapi menurut saya kita tidak boleh men-genalisir semuanya. Saya ambil contoh Bapak Anis Baswedan seorang Tokoh Muda Muslim Indonesia yang lulusan Amerika malah beliau semakin Nasionalis dan memiliki pemikiran cemerlang dan berdampak bagi bagi Bangsa dan Negara Indonesia. Beliau mampu mengubah stigma kampus paramidina yang terkesan liberal dulunya kini tampak menjadi kampus yang mulai dikenal dan diterima banyak kalangan. Dan bahkan dia mampu membuat gerakan nyata bagi perubahan besar Indonesia dengan program Indonesia mengajar-nya.
  1. Tidak tahu caranya/bingung
Banyak yang bilang kepada saya saya kepengen bisa bahasa Inggris tapi saya ngak tahu caranya.  Jika
anda tidak tahu maka yang harus anda lakukan adalah mencari tahu. Salah satunya dengan bertanya. Bertanya pada siapa? Bertanyalah pada teman anda, jika tidak ada teman searching aja digoogle. Banyak sekali informasi pengalaman dan trik-trik cepaat bahasa Inggris. Termasuk didalam buku ini saya akan membagi pengalaman saya dalam belajar dan mengajartkan bahasa Inggris kepada teman dan murid-murid saya.
  1. Tidak suka Inggris
Jawaban ini memang bisa diterima karena kesukaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka bahasa jepang, ada yang suka Perancis, dan bahkan ada yang suka bahasa korea. Yang namanya orang kalau dia suka tidak akan tetapi semangat belajar walaupun bahasa itu sulit sekalpun. Tapi satu hal,  kalau boleh  saya saran jangan batasi diri anda untuk lebih baik. Banyak kok orang yang bisa lebih dari 5 bahkan 9 bahasa juga ada. Jadi kemampuan otak manusia luar biasa. Ingat saja mendiang almarhum Gusdur
  1. Malu/tidak percaya diri
Kebanyakan orang timur termasuk Indonesia adalah orang yang pemalu. Dibandingkan orang barat yang sangat confidence. Munkin ini efek kita dijajah selama 350 tahun. Masyarakat Indonesia adalah kelas bawah, dan menganggap barat adalah orang kelas 1. Sebagai seorang muslim kita tidak boleh merasa rendah diri. Bukankah didalam Al quran diakatakan Muslim adalah umat terbaik diciptakan oleh Allah. Bukankah Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang hanya dilihat dari ketaqwaannya  kepada Allah SWT.

  1. Takut salah
Takut salah adalah alasan klasik yang terlalu dibesar-besarkan kita sendiri. Padahal salah itu wajar karena kita masih belajar dan wajar juga bukan bahasa Asli kita. Jikalau kita menunggu sempurna dan menunggu sampai aksen dan cara bicara kita seperti orang Asing maka bisa dipastikan kita tidak akan bisa. Alamiah saja aksen itu tidak bisa dibentuk semalam jadi, dibutuhkan habitual Action dalam mempraktekkan bahasa Inggris.
  1. Takut dibilang Sombong
Sombong, adalah kata yang siapapun tidak mau disematkan pada dirinya. Rata-rata budaya orang timur adalah karakter yang sangat rendah hati, jadi ketika dibilang sombong maka adalah kata negatif. Begitu juga ketika orang yang tidak bisa berbahasa Inggris karena.



  1. Terlalu fokus di grammar. tapi memang itu faktanya kila lihat anak kecil yang berbahasa inggris apakah mereka pertama kali diajarkan  ini subject, ini to be, ini kata V1, V2, V3, ini present contionus tenses, ini present perfect dan sebagainya. Bukti yang kedua. Coba kita Lihat kakek atau orangtua kita apakah mereka tahu Grammar dan bisa menjelaskan detail grammar didalam bahasa Indonesia, saya berani mengatakan pasti sebagian besar orangtua kita, tidak akan bisa menjelaskan grammar. Tapi nyatanya orangtua kita bisa bahkan lancar tuh bahasa indonesia. Disinilah saya  mengambil deduksi umum bahwa kunci bahasa bukan grammar, kalau mau bisa ngomong ya harus ngomong donk.
Kesalahan dalam terbesar kita dalam belajar adalah terlalu besar porsi belajar kepada Grammar.  Padahal tidak ada hubungannya Grammar dengan anda bisa atau ngaknya anda bicara. Anda mungkin terkejut.

1
Korelasi antara Bahasa Inggris, Islam dan Indonesia
Oleh Oktaviansyah Yahanan[1]
Email: oktaviansyahyahanan@gmail.com

“Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris. Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar bagi dakwah jika saja bahasa Inggris bisa dikuasai. Karena jika kita tidak menguasai bahasa tersebut, bagaimana kita bisa berdakwah jika ada yang masuk Islam di hadapan kita”
(syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin)

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Bahasa ini merupakan bahasa ibu untuk lebih dari 400 juta orang diseluruh dunia. Dalam setiap hari jutaan orang menggunakan bahasa inggris di tempat kerja maupun di kehidupan sosial. Ketika kepala pemerintahan bertemu, Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling sering digunakan. Dan ketika orang-orang dari bangsa yang berbeda saling bertemu, bahasa inggris adalah satu-satunya bahasa penghubung yang digunakan oleh mereka.[2]  Menurut Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Univeritas Negeri Yogyakarta, banyak orang belajar bahasa Inggris bukan semata-mata karena berminat mempelajarinya, melainkan karena banyak peluang yang akan diperoleh dengan menguasai bahasa tersebut.[3] Banyak perusahaan asing dan nasional yang mensyaratkan penyertaan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang otentik. Disini dapat dilihat bahwa menekankan pentingnya latihan berkomunikasi dengan bahasa Inggris dibandingkan hanya dengan mempelajari teori saja.  Sebab, yang dibutuhkan bukan lagi sekedar bisa bahasa Inggris. Namun benar-benar mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris dengan aktivitas di dunia Internasional.[4]  Keterampilan berkomunikasi skala internasioal dapat memberikan dampak kemajuan pada korporasi dan institusi negara. Sebaliknya ketidakmampuan berkomunikasi skala internasional dapat memberikan efek lemahnya daya saing sebuah korporasi atau daya saing sebuah negara.
Saat ini aktor hubungan internasional tidak hanya negara, Individupun telah diakui sebagai aktor internasional yang mampu membawa dampak terhadap situasi politik, ekonomi, olahraga, sosial-budaya dan peradapan dunia. Dari dahulu Islam memiliki kualitas individu yang bermutu diberbagai bidang dan mampu memberikan dampak perubahan fundamental terhadap peradapan dunia. seperti Ibnu Chaldun sebagai bapak sejarah dunia, Ibnu Shina sebagai bapak dokter modern dan Utsman bin affan seorang yang pandai dalam tulis baca dan dapat menguasai bahasa kaum Ibrani (Israel) hanya membutuhkan 14 hari saja.  Tentunya prestasi mereka telah dicatat oleh sejarah. Kaitannya dengan utsman bin Affan. Didalam satu riwayat Rasul pernah berkata kepada utsman, apakah beliau bisa bahasa Ibrani, maka dengan segera Utsman belajar bahasa tersebut. Disini kita dapat menginterpretasikan bahwa pentingnya sebuah bahasa, bukankah Rasul juga berkata “apabila kamu tidak mau tertipu oleh sebuah kaum makan kuasailah bahasa kaum tersebut”.
Di dalam dunia kontemporer saat ini, Bahasa merupakan alat pembuka berbagai macam literatur yang berguna bagi peradapan Islam di masa depan. Karena lebih dari 80 % literatur dunia ditulis dalam bahasa Inggris. Kampus-kampus yang menjadi referensi dunia adalah kampus yang notabene-nya berada di negara-negara yang berbahasa Inggris. Sebut saja Oxford, cambridge, Harvard, Ohio, Webster dan lain sebagainya.
Saat ini, harus diakui kemampuan berbahasa Inggris masyarakat dunia Islam cenderung rendah. Itu berdampak pada kesulitan  masyarakat dunia Islam untuk turut memperkaya dunia dengan norma-norma, nilai-nilai, budaya dan peradapan Islam. Kondisi ini diungkapkan oleh pejabat Presiden International Islamic Univeristy Islamabad (IIUI), Sajidur Rehman. “Bahasa sebagai media komunikasi dan penanaman ide-ide, konsep, cita-cita dan nilai-nilai memainkan peran yang sangat penting”.[5]



Saat ini kita belum banyak melihat orang-orang cerdas Islam mampu memberikan warna dunia, yang mampu “berdebat” hingga berdampak pada perubahan yang lebih mengutungkan dunia Islam. Opini Internasional selalu dibentuk dan “dimenangkan” oleh Pihak-pihak Barat. Saya hendak mengatakan bahwa, bisa jadi apa isu-isu negatif tentang Islam didunia internasional adalah ketidak mampuan kita sebagai muslim untuk berbicara, berdiskusi atau berdebat dalam bahasa Inggris. Bukankan Rasul berdakwahlah sesuai dengan bahasa Kaum. Kaum saat ini lebih mengerti bahasa Inggris. Memang tidak dapat dipungkiri bahasa Arab adalah bahasa paling penting bagi Umat Islam. Tapi saya hendak mengatakan bahwa bahasa Inggris saat ini adalah bahasa yang paling banyak dipelajari diseluruh dunia. Muslim tidak semestinya mengkotak-kotakan penting mana arab, inggris ataupun bahasa lainnya. Bukankah tidak ada larangan menguasai banyak bahasa. Hendaknya kita harus kembali merenungkan  hadist arbain  yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu tergantung pada niat. Kita tidak dapat dengan cepat men-judge orang yang belajar bahasa Inggris, mereka belajar bahasa orang kafir. Faktanya banyak Muslim Barat yang berbahasa Inggris. Jadi dalam kasus ini kita harus lebih bijak dalam menilai sebuah bahasa.
Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar didunia.[6]  Saat ini  memiliki surplus anak-anak muda, lebih dari 60 % Indonesia dihuni anak-anak muda yang berusia produktif. Didalam peradapan Islam, pemuda selalu menjadi agen of changes. Seperti Sayyidina Ali, Muhammad Al fatih, utsman bin affan. Diera saat ini pemuda Islam harus diarahkan kepada 2 hal: iman yang kuat untuk mengarahkan pemikiran yang kritis dan pemikiran yang kritis untuk membangun iman yang  yang kuat.[7] Sudah selayaknya suara muslim Indonesia didengar. Sudah semestinya Indonesia menjadi representatif dunia Islam. Rektor univeristas Gadja Mada mengatakan pentingya memberikan porsi yang besar terhadap wawasan Internasional [8].  Setidaknya ini membuktikan bahwa Islam bukan hanya Arab. Namun Islam adalah rahmatat Lillamin. Indonesia dengan ras yang sangat jauh berbeda, budaya yang sangat berbeda dan pola pikir yang lebih moderat lebih mampu menjadi jembatan penghubung antara kaum Konservatif dan modernis, antara barat dan timur, antara Islam dan Barat. Ini bukan maksud saya untuk mengaggap kita lebih baik. Tapi saya hendaknya kita bersyukur dengan kita punya sekarang. Seperti salah satu partai bilang Indonesia lebih cenderung damai dan aman dibandingkan Timur Tengah.  Tidak berlebihan jika saya mengatakan jika Anda ingin melihat Islam itu indah maka bangunlah Indonesia ini. Didalam era demokrasi suara terbanyak itulah yang paling didengar. Pesan saya untuk Muslim Indonesia kita berikan teladan yang baik untuk saudara-saudara Muslim yang masih mengkotak-kotakan untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsipil apalagi soal hanya bahasa. Bukankah akar dari semua bahasa dari bahasa Arab.
Salah satu Ulama berkata jika mau melihat Islam ini Indah maka bangun Indonesia ini. Ini menunjukkan begitu beartinya Indonesia dimata dunia. Jika Indonesia jelek yang patut paling disalahkan adalah masyarakat muslimnya. Ini menegaskan bahwasanya membangun Individu Muslim Indonesia begitu bearti karena menjadi salah satu indikator/bukti bahwa Islam itu membawa rahmat bagi suatu bangsa jika benar-benar taat menjalani perintah Allah. Dalam hal ini, Saya melihat Individu Muslim Indonesia perlu diberikan bekal kemampuan bahasa Inggris agar bisa mampu bersaing dikancah global dan mudah-mudahan dapat menjadi anggota dalam barisan  dakwah. Sudah saatnya suara-suara Muslim Indonesia didengar di dunia internasional. Jangan lagi kita mendengar Islam hanya diwakili oleh Timur Tengah, Pakistan bahkan India yang mayoritas masyarakatnya Hindu. Tampilnya muslim Indonesia dikancah internasional bukan bearti menujukkan arogansi apalagi mengkotakan diri. Tapi lebih untuk mewarnai dunia Islam. Yang menjadi refleksi Islam rahmatan lillamin. Secara sengaja atau tidak sengaja, pembelajaran bahasa  inggris sebagai bahasa asing mengandung pengenalan norma dan budaya yang terbawa dalam bahasa Inggris yang tidak jarang berbeda atau bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut Dr. Zulianti Rohmah, M.Pd pengajaran Budaya tak terhindarkan dalam pembelajaran bahasa karena “many lingustic symbol cannot be interpret without knowing their cultural contents several aspects do exist beyond the lexical symbols”. Inilah yang menyebabkan sebagian kalangan ulama kita mengharamkan bahasa Inggris karena ada pembelajaran budaya yang “terselubung” didalam bahasa Inggris. Oleh karena itu untuk meminimalisir hal tersebut saya menciptakan sebuah metode belajar bahasa Inggris yang Insha Allah selaras dengan kepentingan Islam. saya mencoba mengintegrasikan Nilai-nilai Keislaman, dan berhubung saya berasal dari Indonesia. Islam dalam konteks keIndonesia sangat melekat di metode ini. Tentunya tidak mengurangi dari pesan Islam itu sendiri.  Metode belajar bahasa Inggris yang saya lakukan dengan 4 cara:
  1. Menambahkan Latihan-latihan yang mencerminkan nilai-nilai Islam dan Indonesia kedalam topik yang diajarkan
  2. Menyisipkan nama-nama Islami untuk orang, tempat atau peristiwa kedalam latihan-latihan.
  3. Melampirkan kutipan ayat-ayat Al quran dan hadist yang relevan dengan topik materi utama pembelajaran
  4. Mencampur ungkapan-ungkapan khas Islami dan Indonesia dengan ungkapan  bahasa Inggris yang sesuai dengan materi utama pembelajaran.
  5. Menggunakan Authentic Material yang diambil dari kehidupan Muslim di English Speaking Countries, seperti Dvd, rekaman radio, rekaman TV, surat kabar, Novel, majalah, brosur, lagu, kalender dan lain-lainnya.
Ini saya lakukan karena mengutip dari perkataan Prof. Tariq Ramadan, umat Islam harus menahan diri menggunakan benar-benar berbaur didunia barat, tetapi umat Islam harus mampu dapat menjaga Izzah (bertahan diri dari serangan luar) dan mempunyai “rasa” memiliki dalam komunitasnya. Jangan sampai berbaurnya umat Islam membuat mereka lalai terhadap Islam, bahkan jangan sampai menjadi hilang jiwa Keislamannya. Untuk memudahkan Muslim Indonesia belajar bahasa Inggris, saya menggunakan media online yaitu Website. Ini dikarenakan perkembangan internet di Indonesia sudah cukup baik. Seperti menteri Komunikasi dan Informasi bapak Tifatul Simbiring bahwa Trend media saat ini berpindah ke media online. Hal ini juga selaras dengan diungkapkan oleh Dr Yusuf Qardawi, beliau mengatakan menggunakan internet untuk menyampaikan maklumat Islam dan suara Islam, serta memperlihatkan Islam merupakan satu Jihad Utama.  Dalam memgembangkan website ini, saat ini saya menggerakannya semuanya. Namun dikemudian hari saya hendak melibatkan semua pihak terutama para guru bahasa Inggris, ulama, mahasiswa dan aktivis dakwah dari nasional maupun interanasional untuk terlibat mengembangkan englishformuslim.com ini. Pemuda saat ini harus di tanamkan iman yang kuat untuk mengarahkan kepemikiran kritis dan pemikiran kritis untuk membangun iman yang kuat.
KESIMPULAN
 

kesimpulan: sudah tidak dipermasalahkan lagi hukum belajar bahasa Inggris. boleh jadi bisa mendekati wajib karena Maslahatnya lebih besar daripada mudharatnya. sebagai contoh bayangkan saja kalau tidak ada bahasa Indonesia, bagaimana berbagai suku di Inodnesia bisa berkomunikasi saling membangun pengertian. begitu juga dunia ini. kebetulan bahasa Inggris yang paling banyak dipakai dan digandrungi. jadi suka atau tidak suka harus dipelajari karena ini merupakan kebutuhan. bukankah Rasul bilang berdakwalah dengan bahasa kaumnya.










[1] Oktaviansyah Yahanan adalah Pendiri Englishformuslim.com, sebuah website sosial belajar bahasa Inggris dirancang khusus untuk umat Muslim. Beliau juga adalah Penulis buku berjudul What I Believe About English Muslim. Semasa studi Beliau pernah menjabat sebagai ketua Lembaga Dakwah kampus dan pernah menjadi Student Ambassador, studi banding ke Curtyn Univeristy Australia

[7] Dikutip dari wawancara dengan Tariq Ramadan ketika hadir di Indonesia, beliau adalah Guru besar Islamic Study Kontemporer Oxford university UK.

7 Alasan Muslim harus bisa berbahasa Inggris

Mengapa Muslim Harus bisa Bahasa Inggris?

1.        Media Internasional Dikuasai Oleh Barat
2.       Banyak Isu-Isu yang Menyudutkan bahkan menfitnah Islam
3.       Opini Publik Internasional dibentuk Oleh Barat
4.       Pendidikan dan Universitas terbaik berada Di Amerika dan Inggris
5.       Adanya Gelombang besar-besaran belajar bahasa Inggris diberbagai belahan dunia.
6.       Adanya kompetisi Global yang menuntut setiap individu mampu berbahasa Inggris untuuk menunjang Karir mereka
7.       Bahasa Inggris telah terbukti dapat Menjadi alat yang jitu untuk memnyebarkan Islam Rahmatan Lilalamin. mencounter Isu-isu negatif tentang Islam, memberikan pemahaman yang benar tenntang islam, menjadi alat menjalin ukhuwah Antar Muslim Barat dan Timur. dengan melakukan diskusi dan debat yang mencerdaskan.

Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris, sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar bagi dakwah jika saja bahasa Inggris bisa kukuasai. Karena jika kita tidak menguasai bahasa tersebut, bagaimana kita bisa berdakwah jika ada yang masuk Islam dihadapan Kita. (Syaikh Muhammmad bin Sholih Al Utsaimin)



Dunia Islam Dituntut Kuasai Bahasa Inggris

Dunia Islam Dituntut Kuasai Bahasa Inggris

Thursday, 15 November 2012, 12:53 WIB
Umat Islam menyambut Ramadhan dengan shalat berjamaah di Masjid. Masyarakat Dunia Islam saat ini dituntut menguasai Bahasa Inggris bila ingin mempromosikan dan memperkaya dunia dengan nilai-nilai Islami.


REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD--Harus diakui kemampuan berbahasa Inggris masyarakat dunia Islam cenderung rendah. Itu berdampak pada kesulitan masyarakat dunia Islam untuk turut memperkaya dunia dengan norma-norma, nilai-nilai, budaya dan peradaban Islam.

Kondisi itu diungkapkan pejabat Presiden International Islamic University Islamabad (IIUI), Sajidur Rehman, Rabu kemarin, saat membuka konferensi Sastra dan Kondisi Postkolonial di Islamabad. "Bahasa sebagai media komunikasi dan penanaman ide-ide, konsep, cita-cita dan nilai-nilai memainkan peran yang sangat penting," kata dia seperti dikutipthenational.ae, Kamis (15/11)

Sebelum dominasi Inggris, Persia dan Arab, ujarnya, adalah bahasa utama yang memiliki tradisi pembelajaran Islam, budaya dan peradaban. Itu terlihat dari berbagai puisi dan prosa.

Menurut Rehman, dominasi itu selanjutnya memudar. Kolonialisme membawa kultur baru yang mempengaruhi dunia Islam. 

Skenario segera berubah. Dunia Islam dituntut untuk menguasai bahasa Inggris. Karena melalui bahasa tersebut akan terbuka berbagai macam literatur yang berguna bagi peradaban Islam di masa depan. 

"Saya kira saat ini telah ada upaya ke sana. Insya Allah, kita diberikan kekuatan untuk lebih dan terus semangat melanjutkan rintisan itu," kata dia.


Sumber; http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/15/mdilos-dunia-islam-dituntut-kuasai-bahasa-inggris

Permudah DAKWAH, Muslim India Gunakan BAHASA INGGRIS

Permudah DAKWAH, Muslim India Gunakan BAHASA INGGRIS

Tuesday, 12 June 2012, 19:08 WIB

Muslim India
REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Guna memperluas jangkauan pesan Islam, komunitas Muslim India memutuskan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam khutbah yang diberikan. Bahasa Inggris dirasa lebih efektif ketimbang memberikan khutbah dalam bahasa Urdu.
Langkah itu sudah dimulai oleh masjid-masjid di Hyderabab. Para pengurus masjid telah menggunakan bahasa Inggris dari setiap khutbah yang diberikan. Melihat perubahan itu, para jamaah menyambut antusias.
“Saya merasa lebih memahami khutbah yang diberikan dalam bahasa Inggris ketimbang bahasa Urdu,” ungkap Abdul Rahim Insiya, psikoloh, seperti dikutip onislam.net, Selasa (12/6).
Abdul mengatakan dirinya merasa haus dengan pemahaman agama. Khutbah dalam bahasa Inggris memenuhi rasa haus itu.
Masjid Banjara Hills, Hyderaba, bahkan telah membuka layanan bahasa Inggris untuk para jamaahnya. Antusiasme pun terlihat dari meningkatnya jamaah yang mendatangi masjid.
Jamaah lain, Syed Zaheeruddin, seorang asisten manajer, mengatakan, penggunaan bahasa Inggris dalam khutbah yang diberikan merupakan langkah strategis. Ini mengingat setiap muslim muda lebih banyak menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami dididik dengan bahasa Inggris sebagai pengantar. Kami pun melaksanakan tugas profesional dalam bahasa Inggris. Di rumah, saya juga berbicara dengan bahasa Inggris kepada anak-anak,” katanya.
Para pengurus masjid menilai penggunaan bahasa Inggris merupakan bagian dari usaha untuk menarik kembali para Muslim muda untuk meramaikan masjid. “Komunikasi adalah berbagi ide dan pengetahuan. Bahasa Inggris telah menjadi bahasa dunia dan pendidikan Muslim muda, tentu kami harus menangkap hal itu untuk diterapkan dalam masjid,” papar Mirza Baig Yawar, seorang imam dan khatib masjid.
Ia mengatakan, hal yang masuk akal untuk memanfaatkan bahasa Inggris guna menyebarkan pengetahuan agama. Dengan demikian, mempermudah para jamaah untuk menjalankan kewajiban mereka sebagai Muslim. Ada sekitar 140 juta Muslim di India, yang membentuk 13 persen dari 1,1 miliar penduduk negara itu. 
“Kalau memang bahasa Inggris mempermudah mereka, tentu hal ini menjadi sangat penting. Kami sendiri berkewajiban untuk mempermudah umat memahami ajaran Islam dalam konteks kekinian,” pungkasnya.

Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/12/m5i72p-permudah-dakwah-muslim-india-gunakan-bahasa-inggris



Haramkah Mempelajari Bahasa Asing?

Haramkah Mempelajari Bahasa Asing?

Jika bahasa asing saja kita dianjurkan, maka untuk bahasa Arab, bahasa Al-Quran, umat Islam justru sangat dianjurkan, lebih-lebih soal bacaan Al-Quran, bacaan Shalat dan doa
Haramkah Mempelajari Bahasa Asing?
WWW.LANGUAGESURFER.COM
Tentara Amerika sedang belajar bahasa Arab, bagaimana kaum Muslim?

Terkait

ADA sebagian kalangan yang menganggap bahwa mempelajari bahasa asing [baca: Bahasa Inggris dan lain sebagainya) sebagai sesuatu yang haram dan bahkan tercela secara mutlak.
Sebab, bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa orang kafir, bahasa penjajah atau bahasanya musuh-musuh umat Islam.
Apalagi, di zaman yang penuh konflik seperti sekarang ini, di mana realitanya memang terjadi peperangan antara pihak barat -dalam hal ini Amerika Serikat, negara Eropa dan sekutunya- terhadap umat Islam.
Belum lagi, seruan boikot terhadap asing atau barat, makin menambah justifikasi haramnya mempelajari bahasa asing.
Namun sebenarnya bagaimana pandangan ulama terkait permasalahan di atas?
Pertama, mempelajari bahasa asing, demi sebuah kemaslahatan menghindari makar [tipu daya) musuh-musuh Islam, maka hal ini diperbolehkan.
Jika ada kalangan yang menganggap bahwa orang-orang kafir Barat sebagai penjajah atau musuh bagi umat Islam, justru bagian dari strategi agar selamat dari kejahatan mereka seharusnya menguasai bahasa mereka.
satu manfaatnya, dengan menguasai bahasa mereka [bahasa Inggris, red) para aktivis bisa mendapatkan informasi-informasi penting, guna menangkal makar [tipu daya) mereka.
ShallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتِ كِتَابِ يَهُودَ. قَالَ « إِنِّى وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابٍ ». قَالَ فَمَا مَرَّ بِى نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari ayahnya; Zaid bin Tsabit, ia berkata: “Rasulullah ShalAllahu alaihi wa sallam menyuruhku untuk mempelajari -untuk nya- kalimat-kalimat [bahasa) dari buku [suratnya) orang Yahudi, nya berkata: “Demi Allah, aku tidak merasa aman dari [pengkhianatan) yahudi atas suratku.” Maka tidak sampai setengah bulan aku sudah mampu menguasai bahasa mereka. Ketika aku sudah menguasainya, maka jika nya menulis surat untuk yahudi maka aku yang menuliskan untuk nya. Dan ketika mereka menulis surat untuk nya maka aku yang membacakannya kepada nya.” Abu Isa mengatakan hadits ini hasan shahih. [HR. At Tirmidzi no. 2933).
Dalam riwayat lain:
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ
“Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempelajari bahasa Suryani.” [HR. At-Tirmidzi: 2639).
Al-Allamah Al-MubMirasfuri berkata:
قال القارىء قيل فيه دليل على جواز تعلم ما هو حرام في شرعنا للتوقي والحذر عن الوقوع في الشر  كذا ذكره الطيبي في ذيل كلام المظهر وهو غير ظاهر إذ لا يعرف في الشرع تحريم تعلم لغة من اللغات سريانية أو عبرانية أو هندية أو تركية أو فارسية وقد قال تعالى ومن آياته خلق السماوات والأرض واختلاف ألسنتكم أي لغاتكم بل هو من جملة المباحات نعم يعد من اللغو ومما لا يعني وهو مذموم عند أرباب الكمال إلا إذا ترتب عليه فائدة فحينئذ يستحب كما يستفاد من الحديث انتهى
“Al-Qari menyatakan bahwa di dalam hadits ini terdapat dalil atas bolehnya mempelajari sesuatu yang haram dalam syariat kita untuk berhati-hati dan berjaga-jaga dari terjatuh dalam keburukan. Demikianlah disebutkan oleh Ath-Thibi dalam dzail ucapan Al-Mudzhir. Ucapan nya ini tidak jelas karena tidak diketahui dalam syara’ ini sebuah dalil yang yang mengharamkan mempelajari satu bahasa pun dari bahasa-bahasa Suryani, Ibrani, India, Turki ataupun Persia. Dan Allah U berfirman: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan lisanmu” maksudnya adalah bahasa-bahasa kamu. Bahkan itu [mempelajari bahasa-bahasa Ajam) termasuk dari perkara mubah. Benar, itu bisa dianggap sesuatu yang sia-sia sehingga mempelajarinya adalah tercela menurut orang-orang yang menginginkan kesempurnaan. Kecuali jika terdapat faidah yang berturut-turut dari mempelajarinya maka ketika itu dianjurkan [mempelajarinya) sebagaimana faidah yang dapat diambil dari hadits ini. Selesai.” [Tuhfatul Ahwadzi: 7/413).
Ulama Hadits, Syeikh Sulaiman bin Nashir Al-Ulwan berkata tentang hadits di atas,
وهو دليل على جواز تعلم اللغة الأجنبية للمصلحة والحاجة وهذا لا ينازع فيه أهل العلم
Ini adalah dalil dibolehkannya mempelajari bahasa asing untuk kemaslahatan dan adanya kebutuhan, ahlu ilmipun tidak memperdebatkan hal ini.
Kedua, sebagai wasilah dalam berdakwah kepada umat manusia, maka mempelajari bahasa asing juga diperbolehkan. Sebab, para da’i seyogyanya berdakwah kepada mereka yang tidak memahami bahasa Arab dengan menggunakan bahasa kaumnya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. Ibrahim: 4).
Al-Imam Qatadah [seorang ulama tabiin) berkata:
قوله:[وما أرسلنا من رسول إلا بلسان قومه) ، أي بلغة قومه ما كانت . قال الله عز وجلّ:[ليبين لهم) الذي أرسل إليهم ، ليتخذ بذلك الحجة
“Firman Allah: “Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya” maksudnya adalah dengan bahasa kaumnya apapun bahasanya. Dan firman Allah: “supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka” maksudnya adalah agar ia [penjelasan tersebut) dijadikan sebagai hujjah.”[HR. Ibnu Jarir: 16/517]
Syeikh Shalih Al-Utsaimin pernah mengeluarkan fatwa tentang hukum mempelajari bahasa Inggris,
سئل فضيلة الشيخ- رحمه الله-: عن حكم تعلم اللغة الإنجليزية في الوقت الحاضر؟
فأجاب بقوله: تعلمها وسيلة، فإذا كنت محتاجًا إليها كوسيلة في الدعوة إلى الله فقد يكون تعلمها واجبًا، وإن لم تكن محتاجًا إليها فلا تشغل وقتك بها، واشتغل بما هو أهم وأنفع، والناس يختلفون في حاجتهم إلى تعلم اللغة الإنجليزية، وقد أمر النبي – صلى الله عليه وسلم – زيد بن ثابت أن يتعلم لغة اليهود. فتعلم اللغة الإنجليزية وسيلة من الوسائل إن احتجت إليها تعلمتها، وإن لم تحتج إليها فلا تُضِع وقتك فيها.
Syeikh Utsaimin ditanya tentang hukum mempelajari bahasa Inggris di waktu sekarang?
Ia menjawab: “Mempelajarinya adalah wasilah. Jika engkau membutuhkannya seperti sebagai wasiah dakwah kepada Allah maka kadang-kadang menjadi wajib. Jika kamu tidak membutuhkannya maka jangan kamu sibukkan waktumu untuknya dan sibukkan dirimu dengan sesuatu yang lebih penting dan lebih bermanfaat. Manusia berbeda-beda kebutuhan mereka terhadapa bahasa Inggris. Dan Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Yahudi. Maka mempelajari bahasa Inggris termasuk wasilah dari sekian banyak wasilah. Kalau kamu membutuhkannya silakan kamu pelajari. Dan jika tidak maka jangan kamu sia-siakan waktumu dengannya.” [Majmu Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin: 26/52).
Ketiga, mempelajari bahasa asing hanya sekedar mengikuti trend, maka hal ini jelas dilarang. Mengingat di era globalisasi sekarang ini, westernisasi terjadi secara massif. Budaya Barat yang bertentangan dengan Islam, diadopsi oleh para remaja, seperti life style yang akrab dengan maksiat dan mode berpakaian seksi, termasuk cara berbicara.
Umar bin Al-Khaththab -RadhiyAllahu ‘anhu- berkata:
لاَ تَعَلَّمُوا رَطَانَةَ الأَعَاجِمِ وَلاَ تَدْخُلُوا عَلَى الْمُشْرِكِينَ فِى كَنَائِسِهِمْ يَوْمَ عِيدِهِمْ فَإِنَّ السُّخْطَةَ تَنْزِلُ عَلَيْهِمْ.
“Janganlah kalian mempelajari ‘rathanah’ [bercakap-bercakap) bahasa Ajam. Dan janganlah kalian memasuki gereja-gereja orang-orang musyrik ketika hari raya mereka karena murka [Allah) turun kepada mereka.” [HR. Al-Baihaqi dalam Al-Kubra: 19333 [9/234), Abdur Razzaq dalam Mushannafnya: 1609 [1/411) dan isnadnya di-shahih-kan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidla’ Shirathil Mustaqim: 199).
Dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar -RadhiyAllahu ‘anhuma- berkata:
أنه كره رطانة الأعاجم
“Bahwa Ia [Ibnu Umar) membenci bercakap-cakap dengan bahasa Ajam.” [Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Kitabul Adab: 53 [1/64) dari Ibnu Numair dari Al-Umari dari Nafi’).
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah -Rahimahullah- berkata:
وأما اعتياد الخطاب بغير العربية التي هي شعار الإسلام ولغة القرآن حتى يصير ذلك عادة للمصر وأهله ولأهل الدار وللرجل مع صاحبه ولأهل السوق أو للأمراء أو لأهل الديوان أو لأهل الفقه فلا ريب أن هذا مكروه فإنه من التشبه بالأعاجم وهو مكروه كما تقدم
“Dan adapun membiasakan berbicara dengan selain bahasa Arab yang merupakan syi’ar Al-Islam dan bahasa Al-Quran sampai bahasa tersebut menjadi adat [kebiasaan) bagi suatu negeri dan penduduknya, juga bagi penghuni rumah tangga, juga antara seseorang dengan temannya, bagi penduduk pasar, bagi pemerintahan atau dinas pemerintah atau menjadi kebiasaan bagi ahli fikih, maka tidak diragukan lagi bahwa ini [membiasakan selain bahasa Arab) adalah dibenci karena termasuk tasyabbuh dengan orang-orang Ajam dan perkara tersebut adalah dibenci sebagaimana keterangan terdahulu.” [Iqtidla’ Shirathil Mustaqim: 206).
Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa mempelajari bahasa asing tidak secara mutlak diharamkan. Terkadang mempelejari bahasa asing bahkan menjadi kebutuhan, demi kemaslahatan, mencegah makar dan mendakwahkan agama Islam.
Namun, mempelajari bahasa asing hanya sekedar mengikuti trend Barat sehingga jauh dari mendatangkan manfaat, maka jelas hal ini adalah haram.
Oleh sebab itu, maka seyogyanya kaum Muslimin memiliki niat yang lurus dalam mempelajari bahasa asing, agar terhindar dari dosa. Hal ini sebagaimana dalam hadits Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam,
عن عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ – رضى الله عنه – قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari Umar bin Khathab berkata : “Saya mendengar Rosululloh bersabda : “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu tergantung terhadap apa yang dia niatkan, maka barang siapa yang  hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu untuk Allah dan Rasul Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia maka dia akan mendapatkannya atau hijrahnya untuk seorang wanita maka dia akan mekawininya, maka hijrahnya itu tergantung pada apa yang dia hijrah untuknya.” [HR. Bukhori 1, Muslim 1907).
Jika bahasa asing saja kita dianjurkan, maka untuk bahasa Arab, bahasa Al-Quran, umat Islam justru sangat dianjurkan, lebih-lebih soal bacaan Al-Quran, bacaan Shalat dan doa. Syeikh Sholeh Al Munajjid pernah mengatakan, mempelajari bahasa Arab adalah wajib. Sebagaimana para ulama sering mengemukakan suatu kaedah “Maa laa yatimmul waajibu illa bihi fahuwa waajibun (Sesuatu yang tidaklah sempurna sesuatu yang wajib kecuali dengannya maka sesuatu tersebut menjadi wajib).”
Terutama kewajiban untuk bacaan dan lafal dalam shalat. Sangat tidak mungkin bagi penuntut ilmu memahami Al Qur’an dan As Sunnah kecuali dengan jalan mempelajari bahasa Arab.
“Wajib bagi mereka mempelajari hal yang wajib dalam Islam untuk dipelajari secara lafazh dan makna seperti takbir, surat Al Fatihah, dan berbagai macam bacaan tasbih serta segala hal yang wajib dalam shalat. Wallahu a’lam.” [Syaikh Sholeh Al Munajjid dalam websitenya islamqa.com, dikutip Rumaysyo.com].
Demikian sekelumit penjelasan di atas, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.*/Abdullah
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

sumber https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2015/07/22/74376/haramkah-mempelajari-bahasa-asing.html