Englishformuslim: 2014
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Jumat, 05 Desember 2014

Bisu dan Tuli Saat Berada di Negara Berbahasa Inggris

 oleh Herry C Sancoko
TEORI bahasa Inggris saya sebenarnya tidaklah jelek banget. Sejak bahasa Inggris diajarkan di bangku SMP, nilai-nilai raport saya selalu di atas angka delapan. Hingga di universitas, nilai bahasa Inggris saya selalu baik. Juga dalam les-les bahasa Inggris yang saya ikuti, nilai akhir yang saya dapat lumayan bagus.
Sewaktu mahasiswa di Yogyakarta, kadang memberanikan diri ngajak ngomong turis untuk praktek bahasa Inggris. Saat itu saya tidak merasa ada kekurangan dalam bahasa Inggris saya, sampai saya datang ke Australia. Negara dengan bahasa sehari-harinya bahasa Inggris.  Saya datang dengan rasa percaya diri yang besar terhadap kemampuan bahasa Inggris saya.
Sejak SMA saya sering mengikuti siaran radio ABC.  Terutama siaran pelajaran bahasa Inggrisnya.  Dengan gelombang radio yang naik turun dan kadang kemrosok, saya rajin mengikutinya.  Berita-berita dalam bahasa Inggris kadang juga saya dengarkan.  Mempertajam pendengaran dalam menangkap kata-kata dalam bahasa Inggris amat saya butuhkan. Karena kadang amat susah menangkapnya. Tentu saja waktu itu belum ada internet sehingga bisa lebih memudahkan untuk belajar. Sekarang setelah ada internet, pelajaran bahasa Inggris dari Radio ABC ini bisa didownload dengan mudah (lihat di sini).
Begitu berada di Australia, sebelum terlibat dengan kegiatan sehari-hari saya menikmati bulan madu di negara baru. Semua serba lain. Aneh.  Kerjaan saya pada minggu-minggu pertama keluyuran lihat tempat pariwisata. Tidak menyangka kini saya berada di negaranya orang kulit bule dan ganti jadi turis. Semua berbahasa Inggris. Kadang terasa aneh di telinga.
Persoalan baru timbul saat saya mulai mencari pekerjaan.  Saya mengalami kesulitan saat melakukan wawancara.  Padahal saat di tanah air, saya juga pernah diwawancarai dengan memakai bahasa Inggris dan rasanya bahasa Inggris saya jauh lebih baik dan lancar dari si pewawancara.  Tapi ketika diwawancarai oleh penduduk asli orang yang berbahasa Inggris, saya seolah menjadi bisu dan tuli.  Kata-kata yang diucapkan susah sekali bisa saya mengerti semuanya, hanya sepenggal-sepenggal.
Listening
Beberapa pekerjaan saya lamar tidak pernah sukses. Saya tidak tahu apa sebabnya. Pertama yang saya duga sebagai sumber masalah adalah kemampuan bahasa Inggris saya yang pasti dinilai miskin oleh pewawancara.  Kemampuan untuk mengerti omongan orang dalam bahasa Inggris merupakan kesulitan terbesar saat di Australia. Kelemahan saya adalah dalam hal listening. Kalau saja yang ngajak ngomong itu mau menuliskan apa yang diomongkan, tidak masalah bagi saya. Kadang saya tahu benar artinya jika ditulis.  Tapi begitu diucapkan oleh orang Australia, suara yang keluar benar-benar tidak bisa saya tangkap dan mengerti.
Kata-kata Inggris diucapkan secara bersambung dan dengan intonasi sangat cepat. Sesuatu yang biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita dalam menggunakan bahasa ibu.  Jika lawan bicara saya berbicara pelan dan dengan diksi jelas, tidak masalah bagi saya.  Namun dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang bisa ngomong jelas dan dengan diksi serta intonasi jelas. Orang Australia asli omongan bahasa Inggrisnya amat susah untuk ditangkap.  Hingga kini masih merupakan persoalan bagi saya. Dialek omongan bahasa Inggris antara orang Australia, Inggris, Amerika, Kanada beda-beda meski sama-sama bahasa Inggrisnya.
Belum lagi kalau mereka ngomong dengan ungkapan-ungkapan atau bahasa slank Inggris keseharian, bisa benar-benar terasa bisu dan tuli saya.  Tidak semua orang Australia bicara dengan perbendaharan kata baku yang ada dalam kamus.  Sebagaimana kita dalam berbahasa Indonesia, banyak kata-kata baru yang lahir dan kita pakai tanpa canggung.  Demikian juga dalam keseharian masyarakat Australia. Banyak kata-kata yang bisa dikategorikan bahasa gaul atau slank. Kata-kata yang bisa kita pahami jika tinggal cukup lama di Australia.
Percakapan
Kelemahan kedua adalah dalam percakapan.  Karena jarang menerapkannya dalam keseharian saat berada di tanah air, maka ketika mau ngomong dalam bahasa Inggris sering tersendat-sendat. Menggunakan bahasa yang bukan bahasa ibu kita memang susah. Kita harus bekerja dua kali. Berpikir aturan gramatikalnya, mencari terjemahannya dalam bahasa Inggris, baru bisa ngomong.
Ternyata latihan percakapan amat penting agar bisa secara otomatis kata-kata Inggris itu keluar dari mulut kita tanpa berpikir lagi tentang tatabahasa dan terjemahannya.  Inilah kelemahan saya. Selalu berpikir dua tingkat. Dan saya kira kelemahan ini wajar bagi orang yang baru belajar bahasa Inggris.
Sikap masyarakat Australia tidaklah setoleran dibanding masyarakat kita jika mendapati orang tidak mengerti bahasa kita. Orang Australia akan memperlakukan kita seperti orang bodoh jika kita tak tahu bahasa Inggris. Mereka gampang sekali jengkel jika orang tak mengerti apa yang diomongkan.  Apalagi kalau harus mengulang-ulang lagi omongannya.  Mereka sepertinya tidak mau mengerti bahwa kita baru belajar dalam bahasa Inggris.  Kadang sikap mereka bisa amat menyakitkan.
Karena masyarakat Australia terdiri dari berbagai bangsa, maka bahasa Inggris yang diucapkan oleh orang Vietnam, Thailand, Cina, Afrika, Arab, Libanon dan lain-lain bangsa, bisa amat beda. Menangkap omongan bahasa Inggrisnya orang Vietnam juga perlu kerja ekstra.  Meski para imigran tersebut telah tahunan di Australia dan lancar bahasa Inggrisnya, tapi dialek bahasa asli mereka masih kental terasa.  Demikian juga bahasa Inggris saya yang terdengar kayak ngomong bahasa Jawa diinggriskan. Artinya dalam melakukan percakapan bahasa Inggris, dialek bahasa Jawa saya masih kental. Dan ini susah sekali dirubah. Lidah sudah terlanjur tercetak.
Perlakuan para imigran yang lancar bahasa Inggris tapi dengan dialek bahasa aslinya juga tidak begitu toleran terhadap orang yang tidak bisa bahasa Inggris dengan baik.  Bahkan mereka bisa amat kasar. Seolah bahasa mereka sendiri menurutnya sudah kayak orang Aussie. Padahal tidaklah demikian. Memahami bahasa Inggrisnya bisa lebih susah daripada bahasa Inggrisnya orang Aussie asli.
Kesadaran tentang dialek bahasa Inggris saya yang kental jawa dan susah dipahami oleh masyarakat Australia memaksa saya untuk bicara pelan.  Terutama jika melakukan percakapan lewat telpon. Bahasa Jawa dalam pengucapannya sering tersambung-sambung. Dan sepertinya kebiasaan ini tidak bisa begitu saja hilang saat ngomong bahasa Inggris. Ngomong pelan dan jelas kata demi kata membantu lawan bicara untuk lebih bisa memahami bahasa Inggris yang saya ucapkan.
Hambatan kita untuk praktek percakapan bahasa Inggris dalam sehari-hari saat di tanah air adalah langkanya ketersediaan orang yang bisa diajak latihan bersama. Satu-satunya jalan adalah rajin mencari turis asing yang datang ke Indonesia untk media latihan. Untuk ini, Bali dan Yogya adalah tempatnya.
Juga masalah sentimen sosial yang ada di masyarakat kita.  Jika kita memakai bahasa Inggris dianggap sok dan kebarat-baratan.  Kita kadang dipermalukan kalau ngomong pakai bahasa Inggris. Kemauan praktek untuk bicara bahasa Inggris sering mengalami hambatan.  Padahal praktek ini jauh lebih penting daripada belajar teori tatabahasanya. Asumsi ini saya dapatkan dengan mengamati anak kecil dalam belajar bahasa.  Mereka jauh lebih lancar dalam menguasai bahasa asing karena mereka sering ngomong dan tidak takut salah. Bahasa asing yang mereka dengar langsung diadopsi dan diterapkan dalam percakapan.
Keputusan Kursus
Kesulitan-kesulitan dalam berbahasa Inggris yang saya alami tersebut akhirnya mendorong saya untuk kursus lagi bahasa Inggris di Australia. Ada program pelajaran bahasa Inggris gratis disediakan oleh pemerintah. Berbagai kursus gratis disediakan pemerintah bagi para imigran agar bisa segera menyesuaikan dengan negara barunya. Tinggal pilih yang sesuai bidang atau tujuannya.
Tujuan saya ikut kursus bahasa Inggris cuma satu, yakni mempertajam pendengaran. Belajar mendengarkan bahasa Inggrisnya orang Australia dalam keseharian. Karena saat kursus bisa dijumpai peserta kursus dari berbagai negara sehingga makin cepat bisa belajar.  Bahkan yang sudah tinggal tahunan di Australia masih ikut kursus. Saat kursus inilah, pemahaman bahasa Inggris saya mengalami perkembangan. Karena setiap saat bisa latihan bicara dan mendengar bahasa Inggris dari guru dan sesama peserta kursus.  Hal ini membuat saya lebih santai dengan bahasa Inggris saya.  Dengan kata lain menambah rasa percaya diri saya dalam ngomong dan mendengarkan.
Saya banyak dengar pengalaman-pengalaman dari para imigran peserta kursus tentang kehidupan barunya di Australia. Kesulitan-kesulitan mereka dengan bahasa Inggrisnya di tempat kerja meski lebih setahun telah tinggal di Australia. Saya dapati peserta kursus yang bahasa Inggrisnya secara gramatikal saya anggap masih pating plethot tapi bisa dapat kerjaan. Tapi menurutnya, karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang minim tersebut ia sering dapat komplain dan masalah di tempat kerja.
Salah peserta kursus adalah seorang imigran dari negara Timur Tengah bekerja di Kentucky Fried Chicken. Ia bercerita bahwa banyak customer yang komplain ke supervisornya karena tidak mendapatkan makanan sesuai pesanannya.  Hal itu terjadi berhubung bahasa Inggrisnya yang masih belepotan.  Satu-satunya jalan untuk mengurangi komplain adalah dengan kursus bahasa Inggris, begitu alasannya ketika saya tanya kenapa sudah dapat kerjaan kok masih kursus. Nampaknya ia juga kesulitan dalam masalah listening.
Untuk sementara ini, untuk menghindari komplain dari customer, setiap order makanan dari customer, secara diam-diam tanpa sepengetahuan supervisornya ia kasih ekstra. Kalau dia tidak menangkap apa yang dipesan, langsung saja ia tambahi ekstra dalam pesanan itu. Semakin ia tidak paham, semakin banyak ia kasih ekstra.  Ekstra ayam, ekstra burger, ekstra chips, ekstra minuman dan sebagainya.  Dan sepertinya strateginya itu berjalan baik.  Customer mulai jarang komplain.*** (HBS)

sumber; http://bahasa.kompasiana.com/2013/08/30/bisu-dan-tuli-saat-berada-di-negara-berbahasa-inggris-588210.html

Bahasa Inggris Kebarat-baratan..?? Hellooww..!!

Posted by : Ave Ry

Tulisan ini tidak bersifat ilmiah sama sekali, hanya curahan hati saja, melepas emosi terpendam... Dalam sebuah diskusi, ada seorang teman yang menyatakan protes bahwa, " Kenapa sih orang-orang sekarang lebih suka menggunakan bahwa Inggris, Kebarat-baratan. Al Qur'an itu diturunkan menggunakan bahasa Arab, jadi sebagai Muslim kita seharusnya lebih mengutamakan penggunaan bahasa Arab ". By the way, kalimat itu saya sitir secara bebas.

Pernah juga ada beberapa teman yang mengatakan bahwa bahasa Inggris itu adalah bahasanya orang kafir, bahasa orang munafik. Wah, berat juga nih!

Well, izinkan saya berbicara sendiri dulu ya, mengemukakan pendapat saya berdasarkan logika.

Sebagai seorang Muslim, tentunya saya sadar betul bahwa Al Qur'an diturunkan kepada RAsulullah Muhammad Saw dengan menggunakan bahasa kaumnya, bahasa Arab. Tentu mengandung hikmah yang luar biasa besar dan banyaknya.

Bahasa Inggris, Indonesia dan bahasa Asing lainnya dalam Islam dikatagorikan sebagai Bahasa Ajam, yaitu bahasa selain bahasa Arab.

Imagine, seorang Amerika, lahir dan besar di Negara tersebut. Lantas dia bersentuhan dan kemudian memeluk Islam, menjadi muallaf. Bahasa apa yang sahabat kira dia gunakan? Dia bertanya, menjawab, membaca, menulis dan kegiatan lainnya menggunakan 'bahasa kafir' sepanjang waktu! How poor he is, isn't he?

Imagine, seorang Indonesia, lahir dan besar di Negara ini. Lantas dia bersentuhan dan kemudian memeluk Islam, menjadi muallaf atau memang dari lahir dia sudah bersentuhan dengan Islam, azas Islam keturunan. Bahasa apa yang sahabat kira dia gunakan? Dia bertanya, menjawab, membaca, menulis dan kegiatan lainnya menggunakan 'bahasa pagan' sepanjang waktu! Kasihan dia, iya kan?

Imagine, seorang Arab, lahir dan besar di Negara tersebut. Lantas dia bersentuhan atau keturunan seorang Nasrani atau yahudi, menjadilah dia seorang kafir. Bahasa apa yang sahabat kira dia gunakan? Dia bertanya, menjawab, membaca, menulis dan kegiatan lainnya menggunakan 'bahasa Al Qur'an' sepanjang waktu! Allahu Yahdik...
Siapa yang tidak setuju bahwa Islam adalah Dien yang Rahmatan liel ‘alamin? Siapa juga yang tidak setuju bahwa Islam bukan hanya milik bangsa Arab tetapi juga Ajam?
Ya Ikhwah… Allah adalah Ar Rahman lagi Ar Rahim, dijadikannya Islam pada umat manusia seluruhnya, baik dia seorang Habasyah (Afrika), Rum (Eropa) atau bangsa Ajam lainnya. Tidak di perdulikan-Nya bahasa, warna kulit dan rupa selain Taqwa mereka. 
Apakah si Amerika harus menangis darah karena setiap saat dia menggunakan bahasa kafir, dan si Indonesia merasa sakit hati karena dulu ‘nenek moyangnya’ menyembah dewata? Kemudian, betapa tak tahu diri si Arab yang beragama kafir!
Well, it’s enough with my thought… 
Perhatikan ayat Al Qur’an berikut ini.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan BAHASAmu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”  Ar-Ruum : 22
Jadi, siapa yang menciptakan manusia dengan keadaan berlainan bahasa, Si Barat-kah?  Ingat, selalu ada hikmah dari setiap yang Allah SWT tentukan bagi manusia. Hanya manusia itulah yang harus mencerna, menganalisa.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu SALING KENAL-MENGENAL. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”  Al-Hujurat : 13
Salah satu tujuan yang paling krusial diantara perbedaan yang Allah SWT ciptakan adalah untuk saling kenal-mengenal seperti dalam ayat diatas. Mengamati bagaimana tiap kata, tiap benda, tiap nama disebut dengan lafazh berbeda. Lantas sebagai Muslim kita kembali membandingkannya dengan sebaik-baik bahasa, bahasa Arab yang Al Qur’an turun dalam lafazh yang kaya akan makna.
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”   Yusuf : 2
Bagi yang mendalami bahasa Arab pastinya mereka akan terkagum-kagum dengan keelokan dan keindahan tata bahasa, luas dan beragam makna. Dan kita pun akan tertegun, takjub. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Kitab Paling Mulia dengan sebaik-baik bahasa.!
 “Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” Ibrahim : 4
Al-Imam Qatadah (seorang ulama tabiin) berkata:
 “Firman Allah: “Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya” maksudnya adalah dengan bahasa kaumnya apapun bahasanya. Dan firman Allah: “supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka” maksudnya adalah agar ia (penjelasan tersebut) dijadikan sebagai hujjah.” (HR. Ibnu Jarir : 16/517).
Kemudian perhatikan hadist-hadist berikut ini,
Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata:
 “Rasulullah  menyuruhku untuk mempelajari -untuk beliau- kalimat-kalimat (bahasa)  dari buku (suratnya) orang Yahudi, beliau berkata: “Demi Allah, aku tidak merasa aman dari (pengkhianatan) yahudi atas suratku.” Maka tidak sampai setengah bulan aku sudah mampu menguasai bahasa mereka. Ketika aku sudah menguasainya maka jika beliau menulis surat untuk yahudi maka aku yang menuliskan untuk beliau. Dan ketika mereka menulis surat untuk beliau maka aku yang membacakannya kepada beliau.” (HR. At-Tirmidzi: 2639)
Dalam riwayat lain:
 “Rasulullah memerintahkanku untuk mempelajari bahasa Suryani.” (HR. At-Tirmidzi: 2639).
Dari Ummu Khalid bin Khalid  (ketika ia masih kecil), ia berkata:
 “Aku mendatangi Rasulullah bersama ayahku. Aku memakai gamis kuning. Maka Rasulullah  berkata: “Sanah, sanah.” Abdullah (seorang perawi) berkata: “Ia (sanah) dalam bahasa Ethiopia berarti “bagus.” Maka aku pergi bermain dengan tanda kenabian.” (HR. Al-Bukhari: 2842, 5534)

Dari Abu Hurairah, ia berkata:
 “Bahwa Hasan bin Ali mengambil sebuah kurma dari kurma shadaqah dan meletakkannya pada mulutnya. Maka Rasulullah  berkata dalam bahasa PersiaKikh, kikh. Apakah kamu (wahai Hasan) tidak mengetahui bahwa kami (Ahlul bait) tidak boleh memakan shadaqah?” (HR. Al-Bukhari : 2843, Muslim : 1778).
Al-Imam An-Nawawi berkata:
 “Al-Qadli Iyadl berkata: “Dibaca kakh, kakh atau kikh, kikh (dengan fathah atau kasrah kaf dengan sukun kha’) dan boleh dibaca kakhin, kakhin atau kikhin, kikhin (dengan kasrah kha’ dengan tanwin) merupakan kalimat untuk melarang anak-anak dari sesuatu yang dianggap menjijikkan. Maka dikatakan: “Kakh” maksudnya adalah tinggalkan dan buanglah ia! Ad-Dawudi berkata: “Ia (lafazh ‘kakh’) adalah bahasa Ajam yang di-arab-kan dengan makna sesuatu yang jelek.” (Syarhun Nawawi ala Shahih Muslim: 7/175).
Nah, sudahkan sahabat perhatikan? Begitu banyak sebenarnya hadist yang berkaitan tentang ini namun hanya saya kutipkan sebagiannya saja. Tidak ada penamaan suatu bahasa selain bahasa Arab sebagai bahasa kafir, bahasa munafik, apalagi bahasa yang kebarat-baratan…
Yang menjadi masalah adalah ketika sebagai umat Muslim lebih mengutamakan bahasa Ajam dalam mempelajarinya dengan meninggalkan bahasa Arab, atau menganggap bahasa Ajam lebih baik. Bukan mencela orang yang menggunakannya! Bahkan menggunakan dan mempelajari bahasa Ajam sebagai wasilah dakwah menjadi wajib hukumnya.
Jika ada seseorang yang mengatakan bahasa Inggris kebarat-baratan jadi terdengar konyol di telinga saya. Sama saja dia berkata jika ada seorang Eropa yang berbahasa Indonesia lalu dia menyebutkan ke-asia-asia-an atau ketimur-timuran. Itu sama artinya dengan pengkotak-kotakkan antara timur, barat, selatan, utara. Padahal, kemanapun arah yang kau tuju disitulah Wajah Tuhanmu… 
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, “ 
Al Maa'idah : 48
 
sumber;  http://al-ihtisyam.blogspot.com/2013/02/bahasa-inggris-kebarat-baratan-hellooww.html

Senin, 24 November 2014

Selasa, 07 Oktober 2014

google tranlanste

Kamis, 18 September 2014

Contact us

Untuk mengundang saya sebagai Pembicara bedah buku "English Muslim"
bisa menghubungi saya langsung di 0812-958-241-91

Jumat, 01 Agustus 2014

7 Keunggulan Metode English Muslim (English Muslim Method):
Add caption
1. Teori PLUS Praktek
2. Materi insha Allah tidak bertentangan Islam
3. Sangat Mudah, disertai transcript. jadi anda tahu cara pengucapan dan cara penulisannya
4. Belajar sesuai dengan kebutuhan anda. 
sehingga tidak mubazir waktu. karena tidak belajar itu-itu mulu.
5. Materi yang bervariatif sehingga tidak membosankan Anda
6. Materi sangat inspiratif dan aktif
7. Goal belajar adalah Aktif berkomunikasi secara percaya diri.




jika anda ingin konsultasi belajar bahasa Inggris 08569061059 dan Bimbingan secara Aktif Gratis 
*Anda bisa bertanya apapun dan memberi saran apapun, namun dimohon tetap menjaga etika Islam. karena saya disini bukan semata-mata mecari uang tapi berkah Allah yang saya cari. karena cu ini kemampuan terbaik saya untuk konstibusi ke agaman Islam. 

Rabu, 30 Juli 2014

Kenepa belajra bahasa Inggris di Inggris?

Kenapa belajar Bahasa Inggris di Inggris?
Setiap tahun, sekitar 600.000 pelajar internasional datang ke Inggris untuk memperbaiki atau menyempurnakan kemampuan bahasa Inggris mereka.

Berikut adalah beberapa manfaat yang didapat dari belajar bahasa Inggris di Inggris:
  • Program untuk segala usia dan kemampuan: Diperkirakan Inggris memiliki lebih banyak program bahasa Inggris dibandingkan negara lain. Datanglah ke Inggris dan Anda dapat belajar bahasa Inggris untuk karir Anda, untuk tujuan pendidikan, atau untuk bersenang-senang. Anda juga dapat belajar bahasa Inggris sendiri, atau dengan mata pelajaran lain pada saat yang sama.
  • Inspirasi pengajaran dan pembelajaran: Di Inggris, belajar bahasa Inggris adalah tentang bersenang-senang dan berpartisipasi . Alih-alih hanya mendengarkan guru Anda, kelas Anda akan melibatkan permainan, pemecahan masalah, dan diskusi. Anda mungkin juga mendengarkan lagu, menonton TV, atau membaca majalah untuk melatih kemampuan pemahaman Anda. Mungkin tidak merasa seperti bekerja sama sekali!
  • Kualitas terjamin: Pusat-pusat bahasa Inggris terakreditasi di Inggris secara teratur diperiksa untuk memastikan standar pengajaran yang tinggi, akomodasi, dukungan kesejahteraan, dan berbagai fasilitas.
  • Rumah dari bahasa Inggris: Ketika Anda menjelajahi Inggris Anda akan dikelilingi oleh penutur asli, sehingga Anda dapat berlatih menggunakan bahasa dalam situasi kehidupan nyata. Anda akan mendapatiketerampilan Anda meningkatkan sangat besar dalam waktu singkat. Anda bahkan mungkin mulai bermimpi dalam bahasa Inggris setelah beberapa hari!
  • Menyiapkan masa depan Anda: Keterampilan bahasa Inggris yang dihargai oleh para pemberi kerja, universitas, dan perguruan tinggi di seluruh dunia, dan merupakan alat yang ampuh dalam ribuan karir. Meningkatkan bahasa Inggris Anda adalah investasi besar untuk masa depan Anda.
  • Sebuah pengalaman budaya yang unik: Belajar bahasa Inggris di Inggris juga merupakan kesempatan untuk membuat teman baru dari seluruh dunia, menemukan budaya dan sejarah Inggris, dan menjelajahi pedesaan dan kota-kota yang indah. Cari tahu lebih banyak dalam bagian Hidup dan Belajar di Inggris kami.
Anda dapat mencari program Bahasa Inggris dengan menggunakan alat Cari pendidikan Inggris Anda di bagian atas halaman ini.

http://www.educationuk.org/indonesia/articles/why-learn-english-in-the-uk/