Englishformuslim: Integrasi Pesan Islam dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Kamis, 15 Agustus 2013

Integrasi Pesan Islam dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

zuliatiDr. Zuliati Rohmah, M.Pd.
Dosen pada Fakultas Adab
Dalam konteks masyarakat Indonesia, terutama yang berbasis Islam, proses pembelajaran Bahasa Inggris tidak jarang menghadirkan kebingungan di kalangan para siswa. Sebagian kalangan muslim ada yang memandang  bahwa bahasa Inggris adalah bahasa milik orang kafir. Hal ini tidak bisa disalahkan karena memang sebagian besar negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kehidupan sehari-hari  penduduknya mayoritas non muslim. Karena itu, mereka juga mengingatkan agar pembelajaran bahasa Inggris haruslah ‘murni’ dalam artian tidak ada agenda terselubung untuk menggeser nilai Islam dengan nilai barat.
Namun, pesan ini tidak gampang untuk dilakukan. Secara sengaja ataupun tidak, pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing mengandung pengenalan norma dan budaya yang terbawa dalam Bahasa Inggris yang tidak jarang berbeda atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Rohmah (2012) menjelaskan bahwa pengajaran budaya tak terhindarkan dalam pembelajaran bahasa karena “many linguistic symbols cannot be interprepet without knowing their cultural contents. Several cultural aspects do exist beyond the lexical symbols.”
Untuk mengakomodasi keberatan kalangan ini, para penulis materi pelajaran dan guru Bahasa Inggris perlu memodifikasi peran bahasa Inggris dari bahasa imperialistik (Phillipson, 1992) menjadi bahasa instrumental. Sebagai bahasa imperialistik, bahasa Inggris mendominasi bahasa lokal; nilai budaya yang menempel pada bahasa tersebut juga mendominasi budaya lokal—baik secara langsung ataupun tidak langsung. Dengan dipelajarinya bahasa Inggris sebatas sebagai bahasa instrumental, bahasa Inggris dipandang secara netral, tidak mendominasi, dan hanya dipakai sebagai alat untuk memahami perkembangan dunia, termasuk perkembangan teknologinya. Hanya saja, hal ini tidak selalu bisa dilakukan mengingat kode-kode kebahasaan tidak dapat diajarkan secara terpisah. Proses transmisi sosial budaya terjadi dalam berbagai tingkatan: isi latihan soal, wacana budaya dalam buku teks dan sikap guru itu sendiri terhadap bahasa yang diajarkannya (Buttjes, 1990; Lessard-Clouston, 1997).
Untuk menyiasati hal tersebut, para guru dan penulis materi perlu mengintegrasikan nilai Islam dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Mereka dapat bercermin pada penggunaan bahasa Inggris di kalangan Muslim yang hidup di English speaking countries. Lalu, bagaimana caranya? Rohmah (2012) merekomendasikan tiga cara berikut: meluncurkan buku teks khusus, menggunakan materi otentik dan  menggunakan ELTIS Islamic Life Resource Pack.
Menulis dan Menggunakan Buku Teks Bahasa Inggris Khusus
Pilihan pertama ini dapat dilakukan setelah seorang penulis buku atau sebuah tim meluangkan waktu khusus untuk menulis buku teks bahasa Inggris yang memuat berbagai pesan dan ajaran Islam. Buku semacam ini belum tersedia di pasaran. Draf buku yang pernah ditulis untuk keperluan ini adalah ‘English in Context’ oleh tim ISELP dengan pendanaan dari program ‘Learning Assistance Program for Islamic Schools’ (LAPIS). Namun draf buku ini hanya ditulis untuk kelas VII dan belum sempat dipublikasikan secara luas.
Di lingkungan IAIN Sunan Ampel, penulis bersama dengan tim telah menulis buku ‘English for Islamic Studies.’ Setelah dipergunakan selama beberapa tahun, buku ini perlu direvisi untuk perbaikan dan diperkaya dengan berbagai aktivitas pembelajaran yang menarik. Selain itu, buku yang dimaksudkan untuk pembelajaran ‘General English’ juga perlu direvisi dengan memasukkan teks-teks yang mengandung pesan Islam.
Pesan Islam dapat diintegrasikan dalam buku teks bahasa Inggris dengan cara:
  • Langsung, yaitu menyebutkan topik dan pesan Islam secara eksplisit. Misalnya, topik “How to do Wudlu,”  “Muslim to Muslim”  “Five Pillars in Islam” dan “Economic Concept in Islam” menunjukkan pesan Islam secara terbuka sehingga siswa bisa memahami berbagai pesan dan ajaran Islam yang tertulis dalam teksberbahasa Inggris. Siswapun berlatih mengungkapkan ide mereka tentang topik-topik di atas dalam bahasa Inggris.
  • Inklusif, yaitu memasukkan pesan-pesan Islam secara tidak langsung melalui gambar, nama, bangunan, aktifitas kebahasaan dan sebagainya. Gambar yang dipakai dalam buku dapat menyesuaikan dengan realitas masyarakat muslim, misalnya, gambar perempuan berkerudung, gambar lelaki berpeci atau bergamis, gambar masjid. Pesan Islam tentang kebersihan dapat diintegrasikan dalam materi “Can you keep the floor clean, please?” Berbagai aktifitas seorang muslim mulai wudlu, sholat, berdoa, menghadiri pengajian, silaturahmi dan lain-lain dapat diintegrasikan dalam materi berjudul “Daily Activities.”
Menggunakan Authentic Materials
Selain menggunakan buku teks, pengintegrasian pesan Islam dalam pembelajaran bahasa Inggris bisa dilakukan dengan menggunakan materi otentik yang diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat muslim di English speaking countries untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Materi otentik dapat berupa surat, katalog, novel cerita pendek, surat kabar, majalah, brosur, kalender, kartu pos, lagu, DVD, rekaman radio, rekaman TV dalam bahasa Inggris. IQRA’ foundation yang bermarkas di Chicago adalah salah satu penerbit materi-materi keIslaman yang hasil terbitannya bisa diadopsi.
Banyak keuntungan pemakaian materi otentik dalam proses belajar mengajar. Antara lain: memotivasi siswa, memberikan informasi tentang budaya Islam kalangan muslim di English speaking countries, menghadirkan kreatifitas yang lebih tinggi dan menjawab kebutuhan siswa untuk berkomunikasi secara alami. Namun, ada juga kekurangan dalam penggunaan materi otentik dalam kelas, antara lain, tingkat kesulitan materi belum tentu sesuai dengan kelas. Materi otentik juga tidak mengandung petunjuk penggunaannya di kelas sehingga guru harus memilih materi dan mendesain kegiatan yang cocok  untuk materi tersebut.
Menggunakan ELTIS Islamic Life Resource Pack
Materi yang telah disusun oleh Tim English Language Training for Islamic Schools (ELTIS) ini merupakan materi suplemen untuk tingkat sekolah menengah pertama. Namun, materi ini dapat dipergunakan untuk tingkat sekolah yang lain dengan cara memodifikasi aktifitas sesuai dengan panduan guru.
Paket ini memiliki 12 set ready-to-use worksheet dan setiap set terdiri dari 20 lembar. Lembar kerja terbuat dari kertas tebal yang dilaminasi sehingga dapat digunakan berulang-ulang. Paket ini juga dilengkapi dengan Teacher’s Guide yang berisi petunjuk tentang langkah-langkah pembelajaran bagi guru dan siswa.
Singkat kata, pembelajaran Bahasa Inggris bisa dilaksanakan dengan hasil yang maksimal baik dari segi penguasaan bahasa Inggris maupun penanaman nilai Islam dalam diri peserta didik dengan cara menulis dan menggunakan buku teks bahasa Inggris khusus, menggunakan authentic materials, dan/atau menggunakan ELTIS Islamic life resource pack. 
Referensi:
Buttjes, D. (1990). Teaching foreign language and culture: Social impact and political significance. Language Learning Journal, 2, 53-57.
Phillipson, R. (1992). Linguistic imperialism, Oxford: Oxford University Press.
Rohmah, Z (2012). Incorporating Islamic messages in the English teaching in the Indonesian context. International Journal of Social Science & Education, 2(2), 2223-4934.

sumber: http://www.sunan-ampel.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1013%3Aintegrasi-pesan-islam-dalam-pembelajaran-bahasa-inggris&catid=45%3Akolom-p-rektor&lang=in

Tidak ada komentar :

Posting Komentar