Englishformuslim: Menjadikan Internet Sebagai Sarana Belajar Bahasa Inggris Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang tidak hanya untuk Muslim tapi untuk Non-Muslim yang ingin belajar Islam lewat belajar bahasa Inggris

Sabtu, 06 Juli 2013

Menjadikan Internet Sebagai Sarana Belajar Bahasa Inggris Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum

 
Kepala Unit Pelakasana Teknis (UPT) Bidang Studi Pusat Bahasa, Drs. H.A. Supardi, MPd yang juga dosen Fakultas Hukum berkesempatan mengikuti “9th Annual Cambodia Teaching English to Speakers of Other Languages (CamTesol) 2013" yang digelar di Phnom Penh, 23-24 Februari 2013 lalu. Konferensi para pengajar Bahasa Inggris ini diikuti oleh 1500 peserta, dengan 500 orang peserta berasal dari luar negeri dari 30 negara. Berikut pengalaman lanjutan Drs. H.A. Supardi, MPd saat mempresentasikan makalahnya yang dituliskan untuk www.unej.ac.id
Disamping melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat), seorang dosen dituntut untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya (workshop), konferensi, dan semacamnya baik lokal, regional maupun nasional, lebih-lebih pada forum ilmiah internasional.
Dalam rangka go internasional, kegiatan yang disebut terakhir itulah yang saya ikuti, yaitu berperan aktif dalam forum ilmiah internasional. Usaha berbicara di tataran internasional kini menjadi perhatian Universitas Jember. Untuk merealisasi kegiatan ini, Universitas Jember memberikan bantuan walaupun tidak fully funded yaitu sebanyak tiga juta rupiah untuk di wilayah Asia Tenggara dan lima juta rupiah untuk di kawasan Asia kepada para dosen yang mau mempresentasikan makalah pada forum ilmiah internasional. Tentu saja kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas profesional dosen pada tingkat internasional.
Sebelumnya penulis berkesempatan memaparkan makalah dalam forum The Second International Conference on Law, Language and Discourse pada 20-22 April 2012 dan BIPA Thailand pada 20 Juli – 20 Agustus 2012. Alhamdulillah kini saya bisa berperan aktif mempresentasikan makalah saya pada forum internasional CamTESOL 2013.
Makalah yang saya bawakan berjudul English for Specific Purpose: Using Internet for Teaching the Legal English Vocabularies to Law Students of the University of Jember. Dalam makalah ini saya berusaha mendeskripsikan bagaimana mengembangkan materi pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris Hukum (Legal English vocabularies) dan mengajarkannya kepada mahasiswa hukum melalui Internet. Mengapa kosa kata (vocabulary) menjadi perhatian dalam pembahasan kali ini ?
Menurut saya kosa kata merupakan fitur bahasa yang mendasar dan sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang. Oleh karena itu, tanpa penguasaan kosa kata yang memadai, seseorang tidak akan dapat memiliki kemampuan menulis, membaca, berbicara, dan menyimak. Untuk itulah, seorang dosen harus pandai-pandai mencari dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menarik dan atraktif, salah satunya adalah penggunaan Internet.
Selama presentasi di CamTESOL 2013 itu, banyak partisipan begitu antusias terhadap apa yang saya sampaikan. Misalnya saja, ada peserta yang bertanya, “How can you find the material for your teaching from the Internet?” Ada pula yang bertanya, “How can you think that the materials you have selected are good for teaching?”

Menurut saya, keikutsertaan dalam konferensi, worskhop atau kegiatan akademis internasional seperti ini penting bagi seorang dosen. Sayangnya, tidak banyak kolega dosen Kampus Tegalboto yang aktif berpartisipasi. Contohnya dalam ajang CamTESOL 2013 ini, peserta dari Universitas Jember hanya satu orang, yaitu saya sendiri. Paling sedikit jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya. Misalnya saja Universitas Negeri Padang mengirimkan empat wakilnya, begitu pula Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan Universitas Muhammadiyah Hamka Jakarta.
Dari kenyataan ini, maka timbul pertanyaan mengapa hal ini terjadi ? Apakah banyak dosen Universitas Jember yang tidak mendapatkan informasi mengenai kegiatan ini ? Padahal informasi tentang call for paper banyak di Internet ? Atau mereka tidak mau merespons karena alasan tertentu, atau karena bantuan dana yang tidak fully funded sehingga mereka harus mengeluarkan tambahan dari kocek sendiri ?
Sehubugan dengan fakta di atas, saya berharap akan lebih banyak lagi teman-teman dosen bisa berperan aktif dalam forum ilmiah internasional. Semakin banyak dosen yang berkiprah mempresentasikan makalah dalam forum semacam ini, maka peringkat Universitas Jember pada kancah World Class University tentu saja akan terangkat. Dan hasil akhirnya, maksud Universitas Jember untuk Go International menjadi terwujud. Let’s do the best for our beloved University. [ ]
sumber: http://www.unej.ac.id/index.php/en/53-berita/icetabs/236-menjadikan-internet-sebagai-sarana-belajar-bahasa-inggris-bagi-mahasiswa-fakultas-hukum.html

Tidak ada komentar :

Posting Komentar