Englishformuslim
Setidaknya ada 5 Alasan Mengapa Muslim harus bisa Bahasa Inggris: 1. Pendidikan yang lebih baik 2. Karir yang lebih cemerlang 3. Mempermudah Traveling Ke luar Negeri 4. Meningkatkan Kepercaan Diri 5. Dakwah Islamiyah ke orang Asing, Metode EM ini dirancang khusus untuk Muslim yang ingin mendapatkan materi yang bernuansa Islami

Kamis, 03 Januari 2019

Bahasa Santun dalam Islam

TULISAN ini diilhami dan dikutip dari pendapat Sofyan Sauri dalam bukunya “Pendidikan Berbahasa Santun” terbitan PT Genessindo Bandung. Menurut pendapat Beliau santun dalam istilah Alquran bisa diidentikkan dengan akhlak dari segi bahasa, karena akhlak berarti ciptaan, atau apa yang tercipta, datang, lahir dari manusia dalam kaitan dengan perilaku.
Perbedaan antara santun dan akhlak dapat dilihat dari sumber dan dampaknya. Dari segi sumber, akhlak datang dari Allah Sang Pencipta, sedangkan santun bersumber dari masyarakat atau budaya. Dari segi dampak dapat dibedakan, kalau akhlak dampaknya dipandang baik oleh manusia atau masyarakat sekaligus juga baik dalam pandangan Allah SWT.
Sedangkan santun dipandang baik oleh masyarakat, tetapi tidak selalu dipandang baik menurut Allah SWT. Kendatipun demikian, dalam pandangan Islam nilai-nilai budaya bisa saja diadopsi oleh agama sebagai nilai-nilai yang baik menurut agama. Hal itu yang dikenal dengan istilah makruf. Makruf berasal dari kata urf, yaitu kebiasaan buruk yang berlaku di masyarakat yang juga dipandang baik menurut pandangan Allah.
Kesantunan dalam perspektif Islam merupakan dorongan ajaran untuk mewujudkan sosok manusia agar memiliki kepribadian muslim yang utuh (kaffah), yakni manusia yang memiliki perilaku yang baik dalam pandangan manusia dan sekaligus dalam pandangan Allah.
Santun menurut Alquran
Alquran diturunkan kepada manusia yang memiliki sifat sebagai makhluk yang memerlukan komunikasi. Oleh karena itu, Alquran memberikan tuntunan berkomunikasi, khususnya berbahasa bagi manusia. Dalam hal berkomunikasi, ajaran Islam memberi penekanan pada nilai sosial, religius, dan budaya.  
Dalam ungkapan lain dapat dikatakan bahwa berbahasa santun menurut ajaran Islam tidak dipisahkan dengan nilai dan norma sosial budaya dan norma-norma agama. Kesantunan berbahasa dalam Alquran berkaitan dengan cara pengucapan, perilaku, dan kosakata yang santun serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi (lingkungan) penutur, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat berikut: “..dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara himar.” (QS. Lukman: 19)
Melunakkan suara dalam ayat di atas mengandung pengertian cara penyampaian ungkapan yang tidak keras atau kasar, sehingga misi yang disampaikan bukan hanya dapat dipahami saja, tetapi juga dapat diserap dan dihayati maknanya. Adapun perumpamaan suara yang buruk digambarkan pada suara himar karena binatang ini terkenal di kalangan orang Arab adalah binatang yang bersuara jelek  dan tidak enak didengar.
Ayat di atas mengisyaratkan bahwa Alquran mendorong manusia untuk berkata santun dalam menyampaikan pikirannya kepada orang lain. Kesantunan tersebut merupakan gambaran dari manusia yang memiliki kepribadian yang tinggi, sedangkan orang yang tidak santun dipadankan dengan binatang. “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat: 3)
Merendahkan suara
Ayat tersebut di atas menjelaskan bahwa berbahasa santun adalah mengucapkan kata-kata dengan cara merendahkan suara. Suara yang rendah (tidak dengan suara lantang atau keras) merupakan gambaran hati yang halus dan lembut. Hati yang lembut dan jernih adalah bagian dari ciri orang yang bertakwa. Ayat ini memiliki makna bahwa bersuara rendah ketika berbicara dengan orang yang dihormati merupakan bentuk ciri berbahasa yang menggambarkan orang yang takwa.
Dalam ayat yang lain Alquran menyebutkan: “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kedua orang tua perkataan `ah’ dan jangan kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23). Dalam ayat ini kesantunan berkaitan dengan orang yang diajak berbicara. Pembicaraan yang santun adalah pembicaraan yang sesuai dengan orang, situasi, dan kondisi lingkungan yang diajak bicara.

Bicara dengan orang tua dilakukan dengan menempatkan mereka pada posisi yang tinggi dan terhormat karena pemilihan kata dan cara mengatakannya disesuaikan dengan kehormatan yang dimilikinya. Jadi, kata ‘ah’ saja dalam berbicara dengan orang tua merupakan perkataan terlarang atau tidak santun. Oleh karena itu, dalam konteks ini tutur kata yang dianjurkan adalah kata-kata yang berkonotasi memuliakan kedua orang tua.   
Hampir setiap bahasa mengenal prinsip tingkat tutur. Tingkat tutur inilah yang sangat lekat dengan kesantunan berbahasa. Bahasa Aceh misalnya, dikenal penyebutan orang kedua tunggal untuk kata engkau dengan droen, kah, kei (cakapan). Pilihan bentuk kata sapaan tersebut sangat bergantung pada siapa yang berbicara kepada siapa dalam situasi seperti apa. Inilah hakikat tingkat tutur atau dikenal juga dengan istilah stratifikasi bahasa atau unda usuk.
Menurut Fatimah Djajasudarma, seorang linguis atau pakar bahasa, dikatakan bahwa bahasa daerah digunakan sebagai alat batin yang merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baik buruk suatu norma kehidupan. Bahasa daerah memiliki unsur-unsur yang mengacu kepada tingkah laku masyarakatnya (budaya daerah). Unsur budaya yang disebut tingkat tutur, ungkapan, dan peribahasa. Dipertimbangkan atas segi tingkat tutur dengan pemahaman budi pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, watak. Penekanan budi sendiri adalah alat batin (budaya nonmateri) yang merupakan panduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk. Tingkat tutur dengan demikian memiliki hubungan dengan budi pekerti. Tingkat tutur inilah yang semula dianggap sebagai unsur feodalisme dan berdampak terhadap kehidupan birokrasi di Indonesia. Perkembangan lebih lanjut unsur ini dapat pula dianggap sebagai suatu kesantunan dalam berbahasa (berbudaya) yang menyangkut budi pekerti. Oleh karena itu, bila orang berbahasa tidak dengan santun akan dikatakan “tidak tahu budi bahasa”. Ekspresi tersebut sebagai hasil nyata dari tingkah laku (budaya) yang berhubungan dengan budi pekerti.      
 Nilai agama dan budaya
Dalam pembinaan bahasa santun, isi pendidikannya adalah nilai-nilai yang dipegang secara kokoh oleh masyarakat, yaitu nilai agama dan nilai budaya. Bahasa seperti itu akan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat penuturnya karena sifat agama memberikan nilai-nilai dasar bagi manusia di mana pun dan kapan pun manusia berada. Pada masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, norma yang digunakan masyarakat merujuk pada nilai-nilai keislaman.
Dengan demikian dapat diambil sebuah garis besar bahwa cara pengungkapan bahasa yang baik menurut Alquran sejalan dengan pengertian berbahasa santun, bahkan memperluas dan mengembangkannya secara operasional sehingga bahasa santun yang bersifat normatif dapat dipelajari dan dilaksanakan karena karakteristiknya sangat jelas.
Pada konteks keacehan, mampukah bahasa Aceh menjelmakan dirinya menjadi medium komunikasi yang santun? Jawabannya adalah mampu. Hal ini karena bahasa Aceh lahir dan terbentuk dari budaya yang ada di dalam komunitas penutur bahasa Aceh. Setiap komunitas di manapun selalu mencirikan dirinya pada aspek-aspek kesantunan karena pada dasarnya setiap manusia yang normal adalah jiwa yang memiliki kesalehan sosial.    

* Teguh Santoso, SS, M.Hum
, Kepala Balai Bahasa Banda Aceh. Email: teguhsantoso@kemdikbud.go.id


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bahasa Santun dalam Islam, http://aceh.tribunnews.com/2012/08/01/bahasa-santun-dalam-islam?page=2.

Editor: bakri

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bahasa Santun dalam Islam, http://aceh.tribunnews.com/2012/08/01/bahasa-santun-dalam-islam.

Editor: bakri

Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial London

Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial London

sumber: https://news.detik.com/berita/d-3530898/melihat-semangat-berdakwah-muslim-milenial-london
Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial LondonSpeakers Corner alias pojok pembicara di Hyde Park London, tempat Ali dkk berdakwah. (Irfan Padli/TRANS7)
FOKUS BERITA:Jazirah Islam 2017
London - Tim Jazirah lslam melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan satu lagi muslim inspiratif dari Kota London. Ali adalah seorang pemuda dari London yang kerap berdakwah via internet. Pria berusia 28 tahun ini punya beberapa kanal di YouTube, seperti Da'wah Mobile, Speakers Corner, dan Halal Dining Project.

Ali sudah memiliki 121 ribu penonton yang berlangganan akun YouTube-nya, dengan 50-200 ribu orang yang menonton setiap videonya.

Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial LondonAli, salah satu generasi milenial London yang kerap berdakwah (Irfan Padli/TRANS7)


Ia sendiri merupakan mualaf sejak 2011, yang akhirnya menemukan Islam untuk memperbaiki gaya hidupnya. Pria kelahiran Kurdi ini belajar Islam lewat ulama di Inggris, juga melalui buku-buku serta Alquran, dan menyebarkannya kembali lewat internet.

"Saya tidak menemukan kebahagiaan dalam gaya hidup seperti itu. Orang-orang kaya, konsumsi narkotika. Hal itu menunjukkan mereka belum menemukan kebahagiaan. Kita punya sesuatu yang disebut fitrah, hal yang diprogram oleh Allah untuk mencari kebahagiaan hanya dengan beribadah kepada Allah," tutur Ali.

Sore ini saya akan ikut Ali berdakwah di Hyde Park. Hyde Park adalah satu dari empat taman kerajaan yang dibuat oleh Raja Henry VIII pada 1536. Ali akan berdakwah di Speakers Corner di taman itu.

(Ketinggalan Jazirah Islam di TRANS7? Anda bisa tonton videonya di sini)

Berada di Speakers Corner seperti masuk ke ruang debat terbuka, tempat masyarakat bebas berbicara mengenai subjek apa pun, asalkan tidak bertentangan dengan hukum.

Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial LondonSpeakers Corner alias pojok pembicara di Hyde Park London, tempat Ali dkk berdakwah. (Irfan Padli/TRANS7)


Ali dan teman-teman muslim lainnya selalu hadir di Speakers Corner ini untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat non-muslim ataupun muslim tentang Islam. Ali tidak berdakwah sendiri. Ada 10-15 saudara muslim lainnya yang melakukan syiar di Hyde Park.

"Saya mencoba yang terbaik untuk menjelaskan mengenai Islam, tauhid, mengulas tuduhan yang salah, serta miskonsepsi yang sering orang pahami tentang agama kita yang indah. Biasanya salah paham tentang anggapan Islam itu teroris, dan menjelaskan tentang paham tauhid," tutur Ali.

Speakers Corner dimulai pada pukul 13.00 hingga menjelang magrib. Mereka pun tak melewatkan waktu salat. Salat bisa dilakukan di mana saja dan menjadi salah satu cara syiar bagaimana muslim beribadah.

Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial LondonSaat dakwah di Hyde Park, salat tak boleh ditinggalkan. (Irfan Padli/TRANS7)


Speakers Corner atau pojok pembicara di Hyde Park London menjadi saksi perjuangan syiar muslim di Inggris untuk menunjukkan Islam, agama yang dirahmati Allah SWT

Dari Abdullah bin amr radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda: ballighul 'anni walau aayahSampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. (Hadis Riwayat Bukhari)

Saksikan kisah inspiratif para muslim Britania Raya, dalam program "Jazirah Islam" di TRANS 7, Kamis 15 juni 2017 pukul 15.00 WIB.
(nwk/nwk)





Sabtu, 20 Oktober 2018

Bahasa Inggris Bermanfaat?

Bahasa Inggris Bermanfaat?

Bahasa Inggris merupakan ilmu dunia yang bermanfaat di zaman ini karena merupakan salah satu bahasa internasional. Tentu jika gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat misalnya untuk berdakwah dan menyebarkan Islam secara internasional, juga bisa bermanfaat dalam mempelajari ilmu-ilmu bermanfaat yang mayoritas sumbernya berbahasa Inggris.

Hukum Mempelajari Bahasa Inggris dalam Islam

Ilmu dunia atau hal yang mubah merupakan wasilah/sarana, jika kita niatkan atau gunakan untuk kebaikan, maka hal mubah tersebut akan mendapatkan pahala. Sebagaimana kaidah fikhiyyah:
الوسائل لها أحكام المقاصد
“Hukum wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuan/niatnya.”
Bahasa Inggris termasuk hal yang bermanfaat. Hendaknya kaum muslimin yang ingin memanfaatkannya bersemangat mempelajari bahasa Inggris. Ini adalah perintah agama agar kita bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun akhirat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 ﺍِﺣْـﺮِﺹْ ﻋَـﻠَـﻰ ﻣَﺎ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُـﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَـﻌْﺠَـﺰ
“Bersungguh-sungguhlah (bersemangatlah) untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu  menjelaskan bahwa jika itu merupakan satu-satunya wasilah dakwah saat itu dan di tempat itu, maka wajib hukumnya mempelajari bahasa Inggris. Beliau ditanya:
وسئل فضيلة الشيخ : عن حكم تعلم اللغة الإنجليزية في الوقت الحاضر؟
“Apa hukum mempelajari bahasa Inggris sekarang ini?”.
فأجاب فضيلته: بقوله: تعلمها وسيلة، فإذا كنت محتاجاً إليها كوسيلة في الدعوة إلى الله فقد يكون تعلمها واجباً ، وإن لم تكن محتاجاً إليها فلا تشغل وقتك بها واشتغل بما هو أهم وأنفع، والناس يختلفون في حاجتهم إلى تعلم اللغة الإنجليزية
Beliau menjawab,  “Mempelajarinya adalah wasilah/sarana, jika engkau membutuhkannya sebagai wasilah berdakwah kepada Allah, maka hukumnya wajib, jika engkau tidak membutuhkannya maka janganlah engkau menyibukkan waktumu dengannya, sibukkanlah dirimu dengan yang lebih penting dan bermanfaat, dan manusia berbeda-beda kebutuhannya terhadap bahasa Inggris.” (Kitabul ilmi hal 93, Darul itqan Al Iskandariyah).
Bahkan syaikh Al-Utsaimin rahimahullah  berandai-andai bisa berbahasa Inggris untuk berdakwah. Beliau berkata:
ﻭﺃﻧﻲ ﺃﺗﻤﻨﻰ ﺃﻥ ﺃﻋﺮﻑ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻠﻐﺔ , ﻷﻧﻲ ﻭﺟﺪﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ
“Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris.  Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar untuk dakwah kepada Allah.” (Liqa’ Al Bab Al Maftuh kaset no. 61)
Demikian juga praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memerintahkan sahabatnya mempelajari bahasa lainnnya agar memudahkan untuk berdakwah. Beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untik mempelajari bahasa kitab kaum Yahudi.
Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata,
ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺖُ ﻟَﻪُ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﻳَﻬُﻮﺩَ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻧِّﻲ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺁﻣَﻦُ ﻳَﻬُﻮﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﻛِﺘَﺎﺑِﻲ ‏» ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺘُﻪُ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻤُﺮَّ ﺑِﻲ ﺇِﻟَّﺎ ﻧِﺼْﻒُ ﺷَﻬْﺮٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺣَﺬَﻗْﺘُﻪُ، ﻓَﻜُﻨْﺖُ ﺃَﻛْﺘُﺐُ ﻟَﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺘَﺐَ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻟَﻪُ، ﺇِﺫَﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahakan aku, lalu aku mempelajari kitab kaum yahudi untuk beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sungguh aku –demi Allah- tidak merasa aman dengan orang-orang yahudi atas tulisan-tulisanku”. Maka akupun mempelajari bahasa yahudi, dan tidak sampai setengah bulan maka aku telah menguasai bahasa tersebut. Maka akupun menulis untuk Nabi jika beliau menulis, dan aku membacakan untuk beliau jika ada tulisan dikirim kepada beliau” (HR Abu Dawud no 3645 dan dinyatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai Hasan Shahih)
Semoga dakwah Islam semakin berkembanga ke seluruh dunia.
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel: Muslim.or.id

Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/29817-mempelajari-bahasa-inggris-untuk-hal-bermanfaat.html

Minggu, 30 September 2018

Mempelajari Bahasa Inggris untuk Hal Bermanfaat

Bahasa Inggris Bermanfaat?

Bahasa Inggris merupakan ilmu dunia yang bermanfaat di zaman ini karena merupakan salah satu bahasa internasional. Tentu jika gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat misalnya untuk berdakwah dan menyebarkan Islam secara internasional, juga bisa bermanfaat dalam mempelajari ilmu-ilmu bermanfaat yang mayoritas sumbernya berbahasa Inggris.

Hukum Mempelajari Bahasa Inggris dalam Islam

Ilmu dunia atau hal yang mubah merupakan wasilah/sarana, jika kita niatkan atau gunakan untuk kebaikan, maka hal mubah tersebut akan mendapatkan pahala. Sebagaimana kaidah fikhiyyah:
الوسائل لها أحكام المقاصد
“Hukum wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuan/niatnya.”
Bahasa Inggris termasuk hal yang bermanfaat. Hendaknya kaum muslimin yang ingin memanfaatkannya bersemangat mempelajari bahasa Inggris. Ini adalah perintah agama agar kita bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun akhirat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 ﺍِﺣْـﺮِﺹْ ﻋَـﻠَـﻰ ﻣَﺎ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُـﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَـﻌْﺠَـﺰ
“Bersungguh-sungguhlah (bersemangatlah) untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” (HR. Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu  menjelaskan bahwa jika itu merupakan satu-satunya wasilah dakwah saat itu dan di tempat itu, maka wajib hukumnya mempelajari bahasa Inggris. Beliau ditanya:
وسئل فضيلة الشيخ : عن حكم تعلم اللغة الإنجليزية في الوقت الحاضر؟
“Apa hukum mempelajari bahasa Inggris sekarang ini?”.
فأجاب فضيلته: بقوله: تعلمها وسيلة، فإذا كنت محتاجاً إليها كوسيلة في الدعوة إلى الله فقد يكون تعلمها واجباً ، وإن لم تكن محتاجاً إليها فلا تشغل وقتك بها واشتغل بما هو أهم وأنفع، والناس يختلفون في حاجتهم إلى تعلم اللغة الإنجليزية
Beliau menjawab,  “Mempelajarinya adalah wasilah/sarana, jika engkau membutuhkannya sebagai wasilah berdakwah kepada Allah, maka hukumnya wajib, jika engkau tidak membutuhkannya maka janganlah engkau menyibukkan waktumu dengannya, sibukkanlah dirimu dengan yang lebih penting dan bermanfaat, dan manusia berbeda-beda kebutuhannya terhadap bahasa Inggris.” (Kitabul ilmi hal 93, Darul itqan Al Iskandariyah).
Bahkan syaikh Al-Utsaimin rahimahullah  berandai-andai bisa berbahasa Inggris untuk berdakwah. Beliau berkata:
ﻭﺃﻧﻲ ﺃﺗﻤﻨﻰ ﺃﻥ ﺃﻋﺮﻑ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻠﻐﺔ , ﻷﻧﻲ ﻭﺟﺪﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ
“Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris.  Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar untuk dakwah kepada Allah.” (Liqa’ Al Bab Al Maftuh kaset no. 61)
Demikian juga praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memerintahkan sahabatnya mempelajari bahasa lainnnya agar memudahkan untuk berdakwah. Beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untik mempelajari bahasa kitab kaum Yahudi.
Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu berkata,
ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺖُ ﻟَﻪُ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﻳَﻬُﻮﺩَ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻧِّﻲ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺁﻣَﻦُ ﻳَﻬُﻮﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﻛِﺘَﺎﺑِﻲ ‏» ﻓَﺘَﻌَﻠَّﻤْﺘُﻪُ، ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﻤُﺮَّ ﺑِﻲ ﺇِﻟَّﺎ ﻧِﺼْﻒُ ﺷَﻬْﺮٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺣَﺬَﻗْﺘُﻪُ، ﻓَﻜُﻨْﺖُ ﺃَﻛْﺘُﺐُ ﻟَﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺘَﺐَ ﻭَﺃَﻗْﺮَﺃُ ﻟَﻪُ، ﺇِﺫَﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahakan aku, lalu aku mempelajari kitab kaum yahudi untuk beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sungguh aku –demi Allah- tidak merasa aman dengan orang-orang yahudi atas tulisan-tulisanku”. Maka akupun mempelajari bahasa yahudi, dan tidak sampai setengah bulan maka aku telah menguasai bahasa tersebut. Maka akupun menulis untuk Nabi jika beliau menulis, dan aku membacakan untuk beliau jika ada tulisan dikirim kepada beliau” (HR Abu Dawud no 3645 dan dinyatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai Hasan Shahih)
Semoga dakwah Islam semakin berkembanga ke seluruh dunia.
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel: Muslim.or.id


Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/29817-mempelajari-bahasa-inggris-untuk-hal-bermanfaat.html

Keutamaan Mempelajari Bahasa Asing Bagi Seorang Muslim

Assalamualaikum wr,wb
Para pembaca yang budiman, beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah buku yang berjudul “Ketika Nabi di Kota” karangan Dr.Nizar Abazhah.Di dalam buku yang tebalnya 600 halaman itu terdapat banyak sekali informasi penting yang dapat menambah keimanan kita. Saya tergugah dengan sebuah hadits yang menjelaskan keutamaan mempelajari sebuah bahasa. Hadits tersebut berbunyi,
Barangsiapa mempelajari bahasa suatu bangsa, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka
Hal yang paling penting adalah belajar diniatkan karena Allah Azza wa Jalla.Mengapa? Karena pada hakikatnya semua ilmu berasal dari Allah. Dalam hadits lain dijelaskan keutamaan orang yang menuntut ilmu,”Sesungguhnya malaikat merentangkan sayap bagi pencari ilmu, suka dengan apa yang ia kerjakan”.Simplikasi nya apapun bahasa yang kita pelajari asalkan didasarkan niat mencari ilmu karena Allah bukan mengikuti trend semata maka halal lah ilmu tersebut.
Saya terkadang heran dengan sekelompok orang yang mengatakan “Jangan mempelajari bahasa ini, itu, dll karena bahasa tersebut milik orang-orang kafir”Argumen tersebut sungguhlah tidak berdasar karena seperti yang saya sebut diatas semua ilmu berasal dari Allah Azza wa Jalla.Dengan kata lain mereka mengkultuskan ilmu Allah.Sebagian  cara yang  harus kita lakukan agar terhindar dari tipu daya orang kafir  adalah dengan menguasai  bahasa mereka
Pada zaman rasullulah banyak sahabat yang mempelajari bahasa asing. Abazhah(2009:286) menceritakan salah seorang sahabat nabi Zaid Ibn Tsabit yang diketahui cerdas,tajam akal,peka dan kuat daya hafal.Ketika itu banyak surat yang datang kepada Rasullulah akan tetapi beliau tidak ingin semua orang dapat membaca surat yang berbahasa Ibrani tersebut.Maka diperintahkannyalah Zaid untuk mempelajari bahasa tersebut.Dengan izin dan karunia Allah dibukakan-Nya lah hati dan pikiran Zaid sehingga ia berhasil menguasai bahasa tersebut dalam 17 malam! Sungguh itu semua diniatkan karena Allah Semata
ilmuwan dan pemikir islam mungkin akan kesulitan jika tidak ada yang ‘memahami bahasa asing karena seperti yang kita ketahui banyak buku-buku dan literatur yang dialihbahasakan dari bahasa latin, syria, persia dan yunani untuk membantu perkembangan ilmu pengetahuan.
Pada abad ke-7 hingga 8 M perkembangan kedokteran dimulai dengan gerakan penerjemahan bahasa asing kedalam Bahasa Arab.Pada masa ini , sarjana dari Suriah dan Persia secara gemilang dan jujur menerjemahkan literatur dari Yunani dan Syria ke dalam Bahasa Arab sehingga dimulailah perkembangan kedokteran yang masif dalam sejarah islam yang memunculkan tokoh-tokoh terkenal seperti Ibn Sina (Avicenna), Al-Razi (Razes) dan tokoh-tokoh lainnya. Ruslan (2010:2)
Akan tetapi sebagai seorang muslim sangat penting bagi kita untuk mempelajari Bahasa Arab.Tidak lain agar kita lebih memahami agama yang kita yakini ini.Umar bin Khattab r.a pernah berkata “Hendaklah kamu sekalian tamak(keranjingan) mempelajari Bahasa Arab karena bahasa Arab itu merupakan bagian dari agamamu”
Kesimpulannya, janganlah takut untuk mempelajari bahasa apapun karena hakikatnya semua ilmu berasal dari Allah dan niatkan karena Allah toh kita tidak tahu suatu saat kita akan mendapat faedah dari mempelajari bahasa tersebut.
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warrahamtullahi wabarakatuh
Referensi
Abazhah, Nizar. 2009. Ketika Nabi di Kota. Jakarta:Penerbit Zaman
Ruslan, Heri. 2010. Khazanah. Jakarta: PT Gramedia

sumber https://www.kompasiana.com/luthfyfds/576e04be559773a8045600a4/keutamaan-mempelajari-bahasa-asing-bagi-seorang-muslim

Senin, 17 Juli 2017

Mengapa (seorang) Muslim Penting Bisa Berbahasa Inggris?

Mengapa (seorang) Muslim Penting Bisa Berbahasa Inggris?


Sumber Gambar : blogspoot.com
Membahas mengenai bahasa sudah tidak asing lagi bahwa saat ini bahasa Inggris menjadi bahasa yang banyak diminati, terbukti  banyak sekali para orang tua yang mengharuskan anaknya kursus atau les bahasa Inggris. Mengenai hal ini pastinya setiap orangtua memiliki alasan tersendiri. Bukan hanya bagi  orang tua saat ini, negara kita Indonesia menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang diujikan dalam menentukan kelulusan dan tak heran pula jika saat ini banyak sekali yang menyediakan tempat untuk belajar bahasa Inggris, banyak sekali spanduk dan brosur yang terpampang di jalan-jalan yang menawarkan jasa untuk belajar bahasa Inggris.
Melihat uraian diatas pastinya akan menimbulkan pertanyaan di benak kita mengapa seorang muslim juga perlu pandai berbahasa Inggris, mengapa bahasa Inggris begitu penting dalam kehidupan kita saat ini padahal di hari akhir tidak ditanya menggunakan bahasa Inggris. Dan beberapa uraian di bawah ini mudah-mudahan bisa menjadi penerang akan pentingnya dapat berbahasa Inggris bagi seorang muslim.

  • TUNTUTAN DUNIA INTERNASIONAL
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Ada sekitar 75 negara di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Maka dari itu Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang dapat menghubungkan antar seseorang dari berbagai Negara. Dengan belajar bahasa Inggris kita akan tahu segala perkembangan di dunia ini dan juga bisa bertukar informasi dengan penduduk dunia.
via dawn.com
via dawn.com
Banyak sekali isu yang berkembang di beberapa Negara Islam yang saat ini ingin dikuasai oleh Negara besar yang mayoritas penduduknya beragama non muslim. Banyak sekali isu yang mmengatasnamakan Islam sebagai dalang teroris dan kekerasan. Sebagai muslim tentunya kita tidak ingin diperdaya oleh pemikiran yang tak beralasan tersebut dan untuk bisa mengetahui strategi jahat serta pengklarifikasian kepada dunia mengenai apa dan bagaimana Islam, tentunya dapat berbahasa Inggris bisa menjadi sebagian dari syarat dapat penyampaian syiar agama Islam ke penjuru dunia agara Islam tidak selalu disudutkan sebagai agama terorisme, tapi Islam sebagai agama juga bisa berpengaruh baik dimata dunia.

  • LOWONGAN PEKERJAAN
Dahulu wanita muslimah yang menggunakan hijab sulit sekali mendapatkan tempat untuk bekerja karena persyaratannya tidak boleh mengenakan hijab, namun saat ini hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan lagi justru saat ini yang perlu dikhawatirkan adalah seorang muslim yang ingin bekerja tapi tidak bisa (terampil) berbahasa Inggris.
via muslimhands.org.uk
via muslimhands.org.uk
Mengapa demikian?, jawabannya adalah sudah hampir merata, di seluruh perusahaan mencantumkan persyaratan kepada calon pekerjanya selain harus minimal telah berpendidkan D3/S1 harus pula dapat berbahasa Inggris dengan baik secara aktif maupun pasif.

  • KEMAJUAN TEKNOLOGI
Seorang muslim juga harus dapat mengikuti  kemajuan teknologi secara baik untuk dapat bersaing dengan yang lain, karena saat ini kemajuan teknologi sudah merata di seluruh penjuru dunia.
via npr.org
via npr.org
Bahasa Inggris merupakan bahasa teknologi semua teknologi seperti gadget, teknologi pertanian, kedokteran, maupun teknologi lainnya, dan untuk memudahkan urusan harian, bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam memberikan petunjuk bagi penggunanya. Jika Anda mahir bahasa Inggris, Anda akan lebih cepat untuk memahami teknologi-teknologi canggih tersebut.
  • PENGETAHUAN
Via : gstatic.com
Bahasa Inggris adalah bahasa ilmu pengetahuan, banyak journal-journal tentang ilmu pengetahuan terbaru yang berbahasa Inggris. Seorang muslim agar bisa bersaing dan unggul dalam pelbagai ilmu pengetahuannya, maka harus menguasai bahasa Inggris guna memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang dimiliki.

  • BISNIS
via picdn.net
via picdn.net
Dapat berbahasa Inggris merupakan peluang seorang muslim untuk dapat mengembangkan bisnisnya. Karena dengan dapat berbahasa Inggris maka peluang bisnisnya-pun akan semakin luas, bahkan dapat bekerjasama dengan negara-negara lain karena seperti kita ketahui saat ini sudah banyak pengusaha fashion syar’i yang go internasional bahkan dapat masuk ke negara yang mayoritas penduduknya non muslim, dan tidak menutup kemungkinan untuk anda semua yang memiliki bisnis memiliki peluang yang sama.

  • TRAVELING
Jika kalian seorang muslim yang memiliki hobi traveling ke seluruh penjuru dunia, maka dapat berbahasa Inggris bisa menjadi modal yang baik. Hidup di negara orang sementara waktu yang bahasanya berbeda membuat anda merasa lebih aman jika anda bisa berbahasa Inggris. Anda bisa bercakap-cakap dengan mereka dan tidak akan tertipu bahkan bisa menekan biaya perjalanan serta biaya untuk  membeli oleh-oleh.
via okezone.com
via okezone.com
Itulah beberapa uraian menarik terkait “mengapa (seorang) muslim penting bisa berbahasa Inggris?”, karena bagaiamanapun seorang muslim tidak boleh menutup mata akan berkembangnya zaman. Sudah saatnya seorang muslim bangkit dan menjadi manusia yang memiliki pengaruh positif, mungkin salah satu dasar yang bisa dijadikan modal adalah bisa berbasa Inggris yaitu bahasa universal yang sudah digunakan hampir di seluruh dunia. Semoga manfaat yaaa !!!!
sumber: https://www.formasirua.or.id/fitriaulfa/mengapa-seorang-muslim-penting-bisa-berbahasa-inggris/

Senin, 03 Juli 2017

Pidato Bahasa Inggris Tentang Islam Agama yang Benar


Pidato Bahasa Inggris Tentang 

Islam Agama yang Benar



Berikut ini pusmeong menghadirkan pidato bahasa Inggris tentang Islam agama yang benar. Pidato bahasa inggris ini merupakan pidato bahasa inggris singkat. Pidato bahasa inggris ini menjelaskan tentang definisi Islam secara singkat dan padat. Langsung saja kita simak pidatonya di bawah ini:
Islam The True Religion
The true religion belongs to Allah is Islam (Chapter: Ali Imron, Verse: 19)
Islam is the true religion in sight of Allah, there is no religion teaches and guides the right path, the way of life, and spiritual activity like Islam does. Islam is the religion for all human kind. Islam orders us to do goods in our life. We must cooperate and do benefit for society or community.
Islam is the religion that brought by Muhammad peace be upon Him, the Arabian. Islam has the great source of knowledge namely the Holy Quran. It includes many spiritual commands, society codes, the true teaching of life and values of human being’s life.
Islam is the perfect religion and the true religion in sight of Allah. Islam also pays attention the wordly matters and the hereafter matters. Therefore the Muslims can find the peace and happiness in this life and the hereafter.
Terjemahan:
Islam Agama yang Benar
Agama yang benar disisi Allah adalah Islam (Surah: Ali Imron, Ayat: 19)
Islam adalah agama yang benar disisi Allah. Tidak ada agama yang mengajarkan dan membimbing ke jalan yang benar, cara hidup dan kegiatan spiritual seperti Islam. Islam adalah agama untuk semua manusia. Islam memerintahkan kita berbuat kebajikan dalam hidup. Kita harus bekerjasama dan berbuat yang bermanfaat bagi masyarakat atau komunitas.
Islam adalah agama yang dibawa Muhammad SAW, dari Arab. Islam memiliki sumber pengetahuan yakni Al Quran yang terdiri dari berbagai perintah keruhanian, sendi-sendi masyarakat, ajaran kehidupan yang benar dan nilai-nilai kehidupan.
Islam adalah agama yang sempurna dan agama yang benar dalam pandangan Allah. Memperhatikan masalah duniawi dan ukhrowi. Oleh karenanya Muslim dapat menggapai kedamaian dan kebahagiaan hidup dan akhirat.

Demikianlah pidato bahasa inggris singkat yang bisa pusmeong.com hadirkan. Semoga sukses ya.
sumber http://www.pusmeong.com/2016/02/12/pidato-bahasa-inggris-tentang-islam-agama-yang-benar/